Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh menerapkan kurikulum darurat untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) di daerah itu pasca-banjir pada akhir November 2025.
Kepala Disdikbud Kabupaten Aceh Timur Bustami di Aceh Timur, Selasa, mengatakan KBM pasca-bencana sudah dimulai sejak Senin (5/1) diikuti seluruh peserta didik di daerah tersebut.
"Seluruh peserta didik di Kabupaten Aceh Timur telah kembali aktif mengikuti proses belajar mengajar. Kami juga menerapkan kurikulum darurat karena banyak peserta didik menjadi korban banjir dan sekolah terdampak bencana," katanya.
Penerapan kurikulum darurat, kata dia, dengan menyesuaikan kondisi sekolah terdampak, baik waktu, metode pembelajaran, maupun tempat belajar.
Ia mengatakan hal tersebut dilakukan agar siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang esensial, tanpa memberatkan mereka dan tenaga pendidik.
Baca juga: Pemprov Aceh kerahkan alat berat bersihkan sekolah di Aceh Tamiang
Berdasarkan data sementara, kata dia, 173 sekolah dasar (SD) dan 50 sekolah menengah pertama (SMP) terdampak banjir. Sebanyak tiga SD, di antaranya rusak total dan hilang terbawa banjir.
"Untuk sekolah yang bangunannya rusak berat dan hilang, proses belajar mengajar tetap dilakukan secara darurat. Peserta didik belajar di surau, tenda pengungsian, maupun fasilitas sementara lainnya," kata Bustami.
Ia menyebutkan beberapa sekolah yang belum dapat digunakan untuk KBM karena kerusakan yang cukup parah, di antaranya SMP Negeri 5 Pante Bidari, SMP Negeri 3 Pante Bidari, dan SMP Negeri 5 Pante Bidari Sijudo.
"Sekolah-sekolah ini masih belum bisa menggunakan ruang kelas karena kondisi bangunan yang rusak. Namun proses belajar tetap berjalan dengan sistem darurat di lokasi yang aman," kata dia.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir.
Ia berharap, dukungan berbagai pihak agar pemulihan sektor pendidikan dapat segera terealisasi.
Pihaknya juga berkomitmen memastikan pendidikan anak-anak Aceh Timur tetap berjalan.
"Keselamatan dan keberlangsungan belajar siswa menjadi prioritas utama kami pasca bencana ini," kata Bustami.
Baca juga: Baznas RI bantu peralatan sekolah bagi korban bencana alam di Agam
Baca juga: Kunjungi Sekolah Terdampak Bencana di Medan, Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Kembali Pulih
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































