Dirut IBL: Format "home-away" berkembang positif sambut tahun ketiga

1 month ago 26

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah mengeklaim format pertandingan kandang-tandang (home-away) semakin berkembang positif dengan berbagai indikator keberhasilan, khususnya dari sisi kompetisi dan dinamika antartim, guna menyambut tahun ketiga penyelenggaraan.

Dia menjelaskan, meski Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan negara lain yang lebih dulu menerapkan format serupa, perkembangan yang terjadi dalam 2 tahun terakhir tumbuh signifikan dan menjanjikan bagi masa depan liga.

"Memasuki tiga tahun penyelenggaraan atau IBL 2026, dari sisi kompetisi semakin kompetitif dengan hadirnya juara berbeda," kata Junas dalam kegiatan Persiapan Pembukaan IBL 2026, di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, fakta itu mencerminkan meningkatnya pemerataan kekuatan dan ketatnya persaingan antartim peserta.

Selain itu, perpindahan atau transfer pemain yang semakin tinggi pada musim 2026, juga dinilai sebagai indikator positif dari sisi industri olahraga.

Sebab, setiap tim berupaya menyusun komposisi pemain terbaik, tidak hanya dari sisi kualitas teknis, tetapi juga karakter pemain yang dinilai semakin merata di seluruh klub.

Baca juga: Satria Muda tekankan keseimbangan skuad untuk sambut IBL 2026

Junas menambahkan, format kandang-tandang turut mendorong lahirnya rivalitas baru yang tidak lagi terpusat pada tim-tim tertentu saja.

Hampir setiap pertandingan kini memiliki nilai emosional dan cerita tersendiri, termasuk mulai berkembangnya laga-laga bertajuk derby.

"Hal ini kami harapkan menjadi fondasi atau langkah awal agar IBL bisa melangkah lebih jauh dan industri bola basket Indonesia tumbuh lebih besar," ujar dia.

Direktur IBL sejak 2019 itu optimistis, dengan konsistensi penyelenggaraan format tersebut, kompetisi akan semakin matang dan berkontribusi terhadap peningkatan prestasi bola basket nasional di masa depan.

Basis penggemar, tambah dia, juga otomatis semakin meningkat karena semakin menyentuh dengan aktivitas keseharian dari masyarakat di tempat klub beroperasional.

Sementara itu, untuk musim 2026, IBL akan diikuti 11 tim yang berasal dari Pulau Sumatera dan Jawa.

Baca juga: Dewa United jaga standar juara bertahan saat berkompetisi di IBL 2026

Baca juga: Tangerang Hawks yakin melangkah lebih jauh dalam IBL 2026

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |