Serang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Provinsi Banten melakukan mitigasi kesehatan guna melindungi masyarakat dari ancaman bahaya paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal di Serang, Senin, mengatakan bahwa langkah mitigasi utama yang digencarkan saat ini adalah pendistribusian ribuan masker kepada warga di wilayah pesisir yang paling parah terdampak.
Bantuan pelindung pernapasan tersebut difokuskan pada 12 desa di Kecamatan Anyer dan 14 desa di Kecamatan Cinangka, dimana masing-masing desa menerima alokasi sebanyak 25 boks masker.
Baca juga: BMKG lakukan "paper test" deteksi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
"Ini tindak lanjut dari tinjauan Ibu Bupati ke posko pengamatan Gunung Anak Krakatau. Karena kita tahu kondisi debu vulkanik, jadi salah satu antisipasi kita dengan membagikan masker dan ini langsung kami tindaklanjuti," katanya.
Selain membagikan masker, upaya mitigasi ditekankan pada edukasi dan peringatan dini terkait ancaman penyakit saluran pernapasan.
Efrizal menjelaskan paparan debu vulkanik tidak bisa diremehkan karena mengandung zat silika dan berbagai partikel berbahaya lainnya. Jika terhirup dalam waktu yang lama, partikel halus tersebut dapat mengendap di dalam paru-paru dan meningkatkan risiko terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).
Guna menekan risiko perburukan kesehatan masyarakat, Dinkes Kabupaten Serang mengeluarkan imbauan tegas agar warga menghindari aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Masyarakat juga diminta senantiasa menutup rapat pintu dan jendela untuk meminimalisasi masuknya debu vulkanik ke dalam area tempat tinggal.
Baca juga: Sebaran abu vulkanik, Polisi bagikan masker & pastikan layanan Samsat aman
Baca juga: Pemprov Banten siagakan layanan kesehatan antisipasi abu Krakatau
Bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker serta kacamata pelindung menjadi prosedur wajib yang tidak boleh diabaikan.
"Selanjutnya, tutup tempat penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, dan cuci tangan, wajah, serta bagian tubuh yang terkena abu. Ikuti arahan dari pihak berwenang mengenai kondisi gunung api, dan terpenting segera ke fasilitas kesehatan bila ada keluhan," tutur Efrizal.
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































