Dinkes Bali antisipasi penyebaran virus Nipah melalui babi

1 week ago 3

Denpasar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mengantisipasi penyebaran virus Nipah melalui ternak babi yang produksinya besar di Pulau Dewata.

“Jadi tentu ini yang tetap kami amankan, kami juga berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk kewaspadaan terhadap virus Nipah ini di hewannya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali I Gusti Ayu Raka Susanti.

Raka Susanti di Denpasar, Kamis, menjelaskan virus Nipah ini merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan.

Virus ini ada pada kelelawar sebagai inangnya, dan bisa menularkan ke babi seperti kasus KLB di Malaysia tahun 1998, hingga akhirnya mereka harus memusnahkan banyak ternak babi karena dapat menularkan ke manusia.

Baca juga: Langkah-langkah yang bisa dijalankan untuk cegah penularan virus Nipah

Meski hingga saat ini belum ada kasus penularan virus Nipah melalui babi di Indonesia, Dinkes Bali tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat Bali merupakan produsen babi terbesar di Indonesia.

“Virus Nipah ini ada di air liur kelelawar, kalau dia misalnya makan buah air liurnya di situ, kemudian sisanya kita atau binatang seperti babi yang konsumsi jadi bisa terinfeksi, itu yang kita harus waspadai,” ujar Raka.

Selain mencegah penyebaran virus dari hewan pembawa, Raka mengatakan mereka memperketat masuknya virus dari lalu lintas orang melalui pengawasan Balai Besar Karantina Kesehatan di bandara maupun pelabuhan.

Adapun negara paling diantisipasi adalah Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand sebagai negara yang menetapkan status kejadian luar biasa.

Baca juga: Kemlu pantau kasus virus Nipah di India, pastikan tak ada WNI tertular

Hingga saat ini Bali belum menemukan kasus virus Nipah, namun Pemprov Bali memastikan terus melakukan survailans kesehatan untuk mengamati penyakit.

Seluruh fasilitas kesehatan juga diyakini siap termasuk ruang isolasi, tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

“Di Bali dengan 120 puskesmas, masing-masing kabupaten sudah ada RSUD, kemudian rumah sakit swasta juga siap dengan ruang isolasi dan tenaganya, kami yakin semua siap karena kita sudah belajar dari COVID-19,” kata Raka.

Virus Nipah sendiri memiliki banyak kesamaan dengan COVID-19 seperti bergejala flu dan demam, namun virus satu ini dapat menyebabkan komplikasi lebih serius yaitu radang paru, radang otak, hingga angka kematian kasusnya 45-75 persen.

Pemprov Bali mengajak masyarakat ikut serta mencegah penyebaran virus ini dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dan tidak mengonsumsi buah sembarang.

Baca juga: Antisipasi virus Nipah, Pemprov DKI diminta tingkatkan surveilans

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |