Jakarta (ANTARA) - Diaspora Indonesia di Davos, Swiss, menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto bersama delegasi Indonesia dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah kondisi global yang kian terpecah dan penuh ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikan mahasiswa Magister Material Science and Engineering di ETH Zurich sekaligus Materials Engineer di Hilti Group, Alvin Wihono, yang turut menyambut kunjungan kerja Kepala Negara.
"Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar. Beliau memiliki visi yang jelas dan berjangka panjang. Saya berharap beliau tetap konsisten, tegas dengan visinya, dan terus berupaya mewujudkan mimpi tersebut," ujar Alvin melalui Tim Media Presiden di Jakarta, Kamis.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Swiss disambut antusias para diaspora serta pemuda Indonesia. Momen ini menjadi titik penting yang mencerminkan harapan generasi muda terhadap arah masa depan Indonesia.
Alvin menyatakan rasa senangnya karena setelah lebih dari satu dekade, Presiden Indonesia akhirnya kembali hadir di Davos untuk mengikuti World Economic Forum.
Menurut Alvin, Indonesia tidak cukup hanya berfokus pada penarikan investasi berbasis modal finansial, tetapi juga perlu memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan mendorong transfer pengetahuan.
"Saya berharap Indonesia, khususnya melalui pertemuan di World Economic Forum kali ini, tidak hanya menarik investasi berupa financial capital, tetapi juga mampu membangun dan memperkuat human capital," ungkapnya.
Baca juga: Hari ini Prabowo berpidato di WEF Davos, usung "Prabowonomics"
Tim Media Presiden juga mengonfirmasikan antusiasme warga Indonesia di Basel, Swiss, saat menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
Sejumlah diaspora Indonesia mengaku telah menantikan momen tersebut sejak tahun lalu, hingga akhirnya dapat bertemu langsung dalam suasana yang hangat dan penuh kebanggaan.
Salah satu warga Indonesia yang hadir dalam penyambutan tersebut adalah Pardy, yang telah menetap cukup lama di Swiss. Ia mengaku sudah 31 tahun tinggal di Basel dan merasa sangat senang dapat menyambut langsung Presiden Prabowo.
"Saya tinggal di Basel, Swiss. Sekarang sudah 31 tahun di Swiss, jadi cukup lama," kata Pardy usai menyambut Presiden Prabowo.
Baca juga: Presiden Prabowo tiba di Zurich untuk hadiri WEF 2026 di Davos
Pardy menceritakan bahwa ia sempat memperkenalkan diri dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada Presiden Prabowo. Bagi dirinya, momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang telah lama dinanti.
Diaspora dan pemuda Indonesia di Swiss menaruh harapan besar terhadap kehadiran Presiden Prabowo Subianto di WEF Davos.
Kehadiran tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara pemerintah dan generasi muda Indonesia di luar negeri.
"Menurut saya, Pak Presiden adalah sosok yang sangat strategis. Saya melihat bagaimana beliau mengelola prioritas, membangun hubungan dengan negara-negara mitra, serta merancang kebijakan ekonomi dengan strategi yang berlandaskan visi yang sangat jelas. Itu pandangan saya sebagai seorang mahasiswa," kata diaspora RI, Aldi.
Baca juga: Prabowo disambut diaspora saat tiba di hotel tempat menginap di Swiss
Baca juga: Diaspora harap hadirnya Prabowo di WEF buka keran investasi ke RI
Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































