Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto 3 September 2026 lalu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok. Putin mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu utama forum EEF yang dihadiri delegasi sekitar 80 negara. Forum tahunan ini bertujuan menarik investasi dan memperkuat hubungan ekonomi negara-negara Asia-Pasifik.
Kota Vladivostok, tempat pertemuan Forum Ekonomi Timur itu, tidak saja indah tapi juga kota bersejarah awal berakhirnya Uni Soviet, negara super power pada era Perang Dingin. Dari kota ini pula, dunia mengalami perubahan besar.
Vladivostok, kota pelabuhan terbesar di Rusia. Posisinya di ujung teluk Golden Horn, menghadap Samudera Pasifik, tidak jauh dari perbatasan Tiongkok dan Korea Utara. Sebelum menjadi milik Rusia, Vladivostok pernah dikuasai Dinasti Jin (1115-1234), kemudian Kekaisaran Mongol, dan kembali dikuasai Tiongkok. Namun, kekalahan Tiongkok dalam perang opium mengakibatkan Vladivostok dikuasai Uni Soviet (kini Rusia).
Sejak lama, saya berkeinginan mengunjungi kota bersejarah ini. Keinginan tersebut tercapai pada September 2012 saat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. KTT berlangsung di Pulau Russky, sekitar satu kilometer dari pusat kota Vladivostok.
Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Rusia dinilai buka pasar ekspor industri hijau RI
Vladivostok jadi pemberitaan media seluruh dunia ketika Mikhail Gorbachev — biasa disapa Gorby — Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet, pada 28 Juli 1986 menyampaikan pidato penting, yakni perubahan arah politik Uni Soviet, yang menjadi terbuka, bersahabat, dan menekankan perdamaian.
Gorby dengan gagasan glasnost (keterbukaan politik) dan perestroika (restrukturisasi ekonomi) membuka diri dengan negara-negara Asia-Pasifik, menarik mundur resimen militer dari Afghanistan, menghentikan perlombaan senjata, menormalisasi hubungan dengan AS, dan mempercepat pembahasan senjata nuklir. Gorby juga membuka kota Vladivostok — pangkalan militer Soviet — untuk dikunjungi siapa saja, termasuk wartawan AS. Dahulu, kota ini tertutup.
Pidato Gorbachev ini menjadi tonggak awal berakhirnya Perang Dingin Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet dengan Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat. Bubarnya Uni Soviet juga menjadi kekuatan pengimbang Amerika Serikat. Kebijakan politik Gorby itu pula mendorong sejumlah negara yang sebelumnya di bawah kontrol Uni Soviet dalam aliansi Blok Timur (Pakta Warsawa) melepaskan diri dari aliansi.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































