Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengingatkan kepada setiap kepala sekolah di Jakarta agar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat sasaran dan transparan.
“Gunakan dana BOS secara akuntabel dan tepat sasaran," katanya saat melantik 673 kepala sekolah di Balai Kota Jakarta pada Rabu.
Selain itu, ia meminta kepala sekolah agar mengawal berbagai program pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) serta program perlindungan anak sehingga benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan siswa.
"Kawal implementasi KJP Plus, KJMU dan program perlindungan anak agar benar-benar memberi dampak bagi masa depan peserta didik. Bangun ekosistem sekolah yang sehat, rapi dan akuntabel," katanya.
Pramono juga meminta para kepala sekolah memperkuat pengawasan dan memastikan lingkungan belajar benar-benar aman bagi seluruh siswa. "Tidak boleh ada praktik kekerasan maupun 'bullying' di sekolah manapun di Jakarta," katanya.
Pramono menilai pendidikan adalah pondasi penting bagi masa depan Jakarta. Untuk itu, para guru diminta meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat perlindungan terhadap peserta didik.
Sebelumnya, Pramono juga telah memerintahkan Dinas Pendidikan Jakarta untuk bekerjasama dengan pihak lainnya sebagai upaya mengatasi perundungan (bullying) di ibu kota.
Pramono menegaskan, tak ingin lagi kasus perundungan kembali terjadi di lingkup sekolah di Jakarta.
Baca juga: DKI gandeng pihak lain atasi perundungan di sekolah
Baca juga: Puskesmas Kalideres berikan layanan khusus bagi korban "bullying"
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































