Lampung Selatan (ANTARA) - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, melakukan penyiraman terhadap abu vulkanik di sejumlah fasilitas yang terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Pagi ini kami melakukan penyiraman debu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau di Desa Merak Belantung, tepatnya di SDN 1 Merak Belantung,” kata Kepala Bidang Damkar Dinas Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah di Kalianda, Senin.
Ia mengatakan penyiraman dilakukan sebagai bentuk respons terhadap fasilitas umum yang terdampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dia mengatakan terdapat sekitar enam sekolah yang telah mendapat penanganan penyiraman abu vulkanik. Jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai dengan laporan dari masyarakat dan fasilitas yang terdampak.
“Kalau masyarakat atau tempat-tempat sekolah, ibadah, atau rumah sakit yang terdampak meminta bantuan, kami tetap akan turun dan menangani,” katanya.
Baca juga: BNPB siapkan OMC untuk luruhkan abu erupsi Anak Krakatau
Damkarmat Lampung Selatan mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk tetap tenang serta melaporkan kondisi yang membutuhkan penanganan kepada petugas.
Penanganan dilakukan terutama pada fasilitas yang membutuhkan penanganan abu vulkanik agar aktivitas masyarakat dan pelayanan publik tetap dapat berlangsung dengan baik.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9). Erupsi tersebut disertai semburan lava pijar atau lava fountain yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.
Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar flight level (FL) 480 atau setara 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan sebaran abu bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.
Baca juga: Badan Geologi: Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir
Baca juga: Kemenkes paparkan metode penanganan abu vulkanik secara aman
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































