Curah hujan tinggi, 25 desa dan 48.193 jiwa di Kudus terdampak banjir

3 weeks ago 6
Puluhan desa yang terdampak banjir saat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati

Kudus (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebutkan ada 25 desa yang terdampak banjir menyusul curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan sejumlah rumah warga dan jalan tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.

"Puluhan desa yang terdampak banjir saat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Rabu.

Adapun rinciannya, kata dia, untuk Kecamatan Mejobo tersebar di 10 desa, Kecamatan Jekulo di lima desa, Bae di satu desa, Kaliwungu di tiga desa, Undaan di dua desa, dan Jati di empat desa.

Sementara jumlah warga terdampak cuaca ekstrem akibat hujan intensitas sangat tinggi yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Kudus mencapai 15.237 Kepala Keluarga (KK) atau 48.193 jiwa.

Baca juga: Dilanda banjir, sejumlah sekolah di Kudus diliburkan & belajar daring

Ia mengungkapkan banjir tersebut memang karena curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan debit air sungai meluap dan menggenangi perkampungan.

Bahkan akses jalan di Jalan Lingkar Kudus-Pati yang tersebar di tiga lokasi, yakni Jembatan Ngembalrejo, Jembatan Bukduwur Tenggeles, serta Jembatan Hadipolo terdampak sehingga merendam jalan sejak Minggu (11/1), yang mengakibatkan arus lalu lintas jalan tersendat sehingga mengakibatkan antrean kendaraan cukup panjang.

Untuk hari ini (14/1), imbuh dia, jumlah desa terdampak banjir semakin bertambah karena sebelumnya hanya beberapa desa, termasuk rumah yang sebelumnya belum tergenang, kini mulai tergenang sehingga semakin menambah jumlah pengungsi.

Baca juga: BPBD Kudus mencatat ada 40 desa terdampak banjir akibat cuaca ekstrem

Hingga Rabu (14/1), kata dia, jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 164 jiwa terdiri dari 46 laki-laki dan 118 perempuan. Sedangkan lokasi pengungsian yang tersedia, yakni di TPQ Khurriyatul Fikri di Desa Pasuruhan Lora dan MI Hidayatus Shibyan.

Sementara dapur umum disediakan di tujuh lokasi, yakni di MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jojo, Balai Desa Kirig, 5. TPQ Khurriyatul Fikri Desa Pasuruhan Lor, Kantor PMI Kudus, dan Balai Desa Karangrowo.

Selain bencana banjir, kata dia, Kabupaten Kudus juga mengalami bencana tanah longsor yang tersebar di Kecamatan Bae di dua lokasi, Kecamatan Gebog di 38 lokasi, Kecamatan Dawe 92 lokasi baik skala kecil maupun besar.

Pohon tumbang juga terjadi di berbagai daerah, sehingga BPBD Kudus juga bekerja keras melakukan evakuasi pohon tumbang, karena terjadi di sejumlah lokasi.

Baca juga: Bencana tanah longsor, banjir, dan angin kencang landa Kabupaten Kudus

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |