Cuaca ekstrem, empat pelajar di Lombok Timur tertimpa pohon tumbang

2 weeks ago 10
Yang jelas korban sudah tertangani dengan baik

Lombok Timur (ANTARA) - Sebanyak empat pelajar di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tertimpa pohon dampak cuaca ekstrem saat menuju ke sekolah di simpang tiga Kilang daerah setempat.

Akibat kejadian itu siswa yang mengalami kecelakaan itu dibawa ke Puskesmas Montong Gading dan RSUD Soejono Selong untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Memang betul ada siswa SD yang tertimpa pohon di Kilang," kata Kepala Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disddikbud) Kecamatan Montong Gading Amat saat dikonfirmasi di Lombok Timur, Kamis.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis 97S memicu cuaca ekstrem di NTB

Begitu mendapatkan laporan, pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk mengkroscek kondisi siswa yang tertimpa pohon tersebut.

Ia mengatakan empat korban sudah ditangani di puskesmas, dimana tiga orang dalam perawatan dan satu orang dirujuk ke RSUD Soedjono Selon, karena kondisi luka yang cukup parah.

"Yang jelas korban sudah tertangani dengan baik," katanya.

Baca juga: BMKG: Waspada potensi hujan lebat di lereng Rinjani hingga Tambora NTB

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat NTB untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sekitar lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora pada Dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.

"Ada peluang terjadi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini.

Menurutnya, saat ini wilayah NTB sudah memasuki periode musim hujan dan sebagian sedang memasuki periode puncak.

Baca juga: BMKG: Waspada angin kencang hingga 40 km/jam di NTB

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |