China-Singapura gelar latihan maritim gabungan

2 weeks ago 10

Guangzhou (ANTARA) - Latihan maritim gabungan antara China dan Singapura dibuka pada Sabtu (5/9) di Provinsi Guangdong, China selatan, yang menandai kerja sama kelima kalinya antara kedua negara tersebut.

Upacara pembukaan digelar di sebuah pelabuhan angkatan laut di Zhanjiang. Latihan tersebut, yang dilaksanakan di perairan dan ruang udara sekitar kota itu, mencakup simulasi tembakan dengan peluru tajam (live-fire), pengisian ulang logistik di laut, serta operasi pencarian dan penyelamatan gabungan.

Dua kapal perang berpartisipasi dalam latihan tersebut, yaitu fregat berpeluru kendali Dali milik China, dan fregat RSS Steadfast milik Singapura.

Kementerian Pertahanan Nasional China pada awal pekan ini menyebutkan bahwa latihan itu bertujuan untuk memperdalam rasa saling percaya, memperkuat kerja sama praktis, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional.

Menurut kementerian tersebut, latihan itu dilaksanakan dalam dua tahap, yang mencakup pertukaran di pelabuhan dan simulasi di laut.

Kedua belah pihak akan bertukar keahlian mengenai operasi penyelaman, pencarian dan penyelamatan kapal selam, serta ilmu kedokteran bawah air, dan menggelar simulasi dalam komunikasi, pengisian ulang logistik di laut, serangan maritim gabungan, serta pencarian serta penyelamatan gabungan.

Ahli militer China Zhang Junshe menyebutkan bahwa simulasi pencarian dan penyelamatan gabungan tersebut memiliki makna praktis yang signifikan, mengingat padatnya lalu lintas maritim serta kondisi cuaca dan laut yang kompleks di Laut China Selatan.

"Di bawah zona pencarian dan penyelamatan yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional, baik China maupun Singapura memiliki tanggung jawab penyelamatan maritim di perairan terkait di Laut China Selatan, yang mengharuskan angkatan laut kedua negara untuk memenuhi tugas-tugas tersebut," ujar Zhang.

Dia juga menuturkan bahwa simulasi live-fire dan pengisian ulang logistik di laut turut membantu meningkatkan kemampuan tempur kedua angkatan laut tersebut.

China dan Singapura menggelar latihan maritim bilateral pertama mereka pada 2015. Latihan gabungan tersebut telah menjadi agenda rutin dari pertukaran militer kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Mei 2025, Angkatan Laut Tiongkok mengerahkan sebuah kapal fregat berpeluru kendali dan sebuah kapal penyapu ranjau ke Singapura untuk mengikuti latihan gabungan.

Selain menggelar latihan maritim gabungan dengan Singapura secara reguler, China juga mengadakan simulasi dan latihan gabungan rutin dengan negara-negara tetangga, termasuk Thailand dan Kamboja.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |