Jakarta (ANTARA) - Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand Reda Manthovani mencatat sejumlah temuan terkait pelaksanaan pertandingan yang dinilai tidak sejalan dengan regulasi internasional dan berdampak langsung pada perolehan medali kontingen Indonesia.
Dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu, Reda menyampaikan bahwa temuan tersebut muncul di beberapa cabang olahraga dan telah dilaporkan secara resmi kepada ASEAN Para Sports Federation (APSF) sebagai bagian dari upaya menjunjung prinsip fair play dan kepatuhan terhadap regulasi.
"Misalnya pada cabang para tenis meja, ada atlet Thailand yang ternyata memiliki klasifikasi internasional resmi di TT4, namun dipertandingkan di TT5," kata Reda.
Baca juga: Indonesia makin dekati target 82 medali emas di ASEAN Para Games 2025
Ia menegaskan bahwa aturan internasional mengharuskan atlet bertanding pada klasifikasi awal dan klasifikasi resmi yang telah ditetapkan, sehingga ketidaksesuaian tersebut berdampak langsung terhadap peluang atlet Indonesia di nomor terkait.
Temuan serupa juga terjadi pada cabang para cycling, khususnya nomor individual time trial dan road race putra, yang tetap dipertandingkan meski hanya diikuti tiga atlet dan seluruhnya berasal dari satu negara, yakni Thailand.
"Di para cycling, regulasi menyebutkan nomor individu layak dipertandingkan apabila minimal ada empat atlet dari minimal dari dua negara. Pada men individual time trial dan road race, hanya diikuti oleh tiga atlet dan seluruh pesertanya berasal dari satu negara, yaitu Thailand," katanya.
Selain itu, Reda mengungkapkan bahwa pada cabang para atletik, sejumlah nomor individu tetap dipertandingkan meskipun hanya diikuti dua hingga tiga atlet dan seluruh peserta berasal dari Thailand, yang turut berimbas pada distribusi dan perolehan medali.
Baca juga: Umur 61 tahun, Tatok konsisten sumbang medali untuk Indonesia
“Seluruh catatan ini sudah kami sampaikan secara resmi kepada ASEAN Para Sports Federation (APSF), untuk menjunjung sportivitas dan meningkatkan penyelenggaraan Para Games di kemudian hari,” kata Reda.
Ia menegaskan bahwa penyampaian catatan tersebut dilakukan demi perbaikan kualitas kompetisi dan perlindungan terhadap hak atlet, sekaligus menjaga kredibilitas ASEAN Para Games sebagai ajang olahraga disabilitas tingkat regional.
Per 23 Januari 2026 atau penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 hari ketiga, kontingen Indonesia telah mengumpulkan 69 emas, 76 perak, dan 69 perunggu. Pertandingan masih menyisakan dua hari lagi menjelang penutupan dengan 205 nomor pertandingan yang diikuti oleh atlet Indonesia.
Baca juga: Klasemen APG 2025: Indonesia pertahankan posisi kedua di hari ketiga
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































