BTN Loan Factory pangkas waktu pemrosesan kredit jadi 4–7 hari

3 hours ago 3
Kami terus memperkuat proses bisnis dari hulu hingga hilir agar pertumbuhan kredit yang dicapai menjadi lebih sehat..

Jakarta (ANTARA) - Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Setiyo Wibowo menyatakan operasional BTN Loan Factory mampu mempercepat pemrosesan kredit dari 10–14 hari menjadi sekitar 4–7 hari.

Ia menyampaikan, tingkat straight-through processing (pemrosesan langsung) juga naik mencapai hampir 70 persen, sementara tingkat rework atau pemrosesan ulang berhasil ditekan hingga di bawah 15 persen.

“Kami terus memperkuat proses bisnis dari hulu hingga hilir agar pertumbuhan kredit yang dicapai menjadi lebih sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Setiyo Wibowo dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Pihaknya pun memperkuat pengelolaan pembiayaan melalui pendekatan cluster collection, yaitu model penanganan kredit berbasis segmentasi risiko, karakteristik debitur, serta perilaku pembayaran.

Melalui pendekatan tersebut, proses monitoring, restrukturisasi, penagihan, hingga pemulihan kredit dapat dilakukan secara lebih fokus, cepat, dan efektif.

Setiyo menuturkan, perbaikan kinerja tersebut merupakan hasil dari transformasi menyeluruh, baik pada proses akuisisi kredit baru maupun pengelolaan portofolio eksisting.

Ia mengatakan, penguatan pengelolaan kredit adalah komitmen perseroan untuk memastikan fungsi intermediasi berjalan secara sehat.

Sebagai bank yang memiliki mandat utama untuk memperluas pembiayaan perumahan nasional, pihaknya berupaya untuk mendukung akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi masyarakat, dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang semakin kuat.

Setiyo menyatakan, pihaknya menargetkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dapat terus membaik dan dijaga di bawah 2,5 persen pada akhir tahun ini melalui penguatan kualitas kredit baru, optimalisasi early warning system, serta strategi penagihan dan penyelesaian kredit yang semakin berbasis risiko.

Ia optimis transformasi proses kredit melalui factory loan tersebut akan semakin memperkuat daya tahan bisnis perseroan sekaligus mengukuhkan posisi BTN sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan nasional dengan kualitas pertumbuhan yang lebih sehat, kokoh, dan berkelanjutan.

“Kami akan terus memperkuat disiplin risiko, tata kelola, dan pemantauan portofolio agar kualitas kredit tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi yang berkembang,” imbuhnya.

Baca juga: BTN catat rasio NPL segmen KPR turun jadi 2,8 persen di kuartal I 2026

Baca juga: BTN: Lelang properti buka akses lebih luas bagi publik miliki hunian

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |