Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam rangka menggagas agenda riset nasional.
"Banyak hal yang sekarang sedang kita persiapkan, salah satunya adalah bagaimana merumuskan agenda riset nasional. Agenda riset nasional itu tidak saja nanti dari BRIN atau dari Kemdiktisaintek, harus dua-duanya karena perguruan tinggi akan menjadi kekuatan," katanya dalam taklimat media di Kantor BRIN, Jakarta, Senin.
Arif menyebut pihaknya juga berencana untuk membuka jabatan fungsional peneliti di kampus, sebagai upaya meningkatkan jumlah periset di Indonesia.
Dalam hal ini, ia menyebut pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Baca juga: BRIN pastikan Arsinum optimal layani warga terdampak bencana Sumatera
Ia menyoroti jumlah periset di Indonesia yang masih minim, di mana jumlahnya kurang dari 300 per satu juta penduduk.
"Selama ini kan banyak pusat-pusat studi. Nah, pusat-pusat studi yang ada di kampus itu statusnya apa? Tendik (tenaga kependidikan), peneliti pendidikan yang tidak punya karir. Padahal, mereka punya publikasi, mereka punya license, mereka kelar S3, tapi statusnya adalah tendik. Nah, saya kira ini cara untuk bisa menambah jumlah periset," ujarnya.
Melalui cara ini, Arif menyebut kekurangan jumlah periset tanah air dapat diakselerasi, agar Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya di bidang riset dan inovasi.
Ia juga mengungkapkan BRIN ingin mendorong para perisetnya untuk dapat berkolaborasi dengan akademisi yang ada di kampus. Hal ini juga dilakukan agar para akademisi di kampus dapat memanfaatkan fasilitas riset yang dimiliki BRIN.
Baca juga: BRIN dukung infrastruktur tangguh di kawasan pesisir dan rawan bencana
"Supaya teman-teman di BRIN juga bisa ter-update dengan perkembangan riset terkini yang selama ini memang kampus juga memiliki kelebihan. Sehingga kita akan coba pertukarkan kampus dengan BRIN ini, dan juga agar pengalaman BRIN yang advance di pada satu sisi yang juga harus dikeluarkan ke kampus. Kampus juga punya kekuatan di sisi lain yang bisa dikeluarkan ke BRIN, sehingga kolaborasinya akan menjadi kuat," papar Arif.
Arif juga memastikan BRIN akan membebaskan biaya riset bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang melakukan riset mandiri di fasilitas BRIN.
Menurut dia, hal ini merupakan komitmen BRIN dalam membina dan mendukung talenta riset nasional.
"Hal ini juga bentuk komitmen BRIN untuk mendukung bagaimana talenta-talenta bagus yang selama ini ada di perguruan tinggi khususnya mahasiswa S1, S2 atau bahkan S3 yang memanfaatkan fasilitas BRIN selama ini kan harus bayar, tapi sekarang ini kita akan gratiskan," tutur Arif Satria.
Baca juga: Kepala BRIN pastikan bantu Polri telusuri sumber kayu banjir Sumatera
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































