Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat barang modal menjadi penyumbang peningkatan tertinggi total impor Jakarta selama Januari-September 2025, yakni sebesar 2,34 miliar dolar AS atau meningkat 17,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Nilai impor barang modal selama Januari-September 2025 menyumbang peningkatan tertinggi sebesar 2,34 miliar dolar AS," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin di Jakarta, Senin.
Adapun nilai impor Jakarta pada Januari-September 2025 mencapai 58,69 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 4,91 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Selanjutnya, nilai impor Jakarta yang tertinggi kedua yakni barang konsumsi sebesar 0,28 miliar dolar AS (3,92 persen) dan barang bahan baku atau penolong sebesar 0,11 miliar dolar AS (0,32 persen).
Berdasarkan negara, nilai impor yang paling besar berasal dari Tiongkok (3,1 miliar dolar AS atau 14,61 persen), diikuti Jepang (371,81 juta dolar AS atau 6,40 persen), dan Australia (221,25 juta dolar AS atau 13,65 persen).
Baca juga: Jakarta alami inflasi 0,13 persen pada September 2025
Baca juga: Pertumbuhan ekspor Jakarta pada Agustus 2025 didorong nonmigas
Sementara itu, komoditas yang mengalami peningkatan impor tertinggi dibandingkan periode Januari-September 2024 yakni kendaraan dan bagiannya, sebesar 1,56 miliar dolar AS (naik 30,89 persen), lalu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (773 juta dolar AS atau naik 7,20 persen), serta mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya (679,58 juta atau naik 10,91 persen).
Adapun nilai impor Jakarta pada September 2025 mencapai 6,61 miliar dolar AS atau turun 1,16 persen dibandingkan September 2024.
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































