BPS catat IHPB naik 1,73 persen pada Januari 2026

2 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional mengalami kenaikan sebesar 1,73 persen secara tahunan (yoy) di level 106,00 pada Januari 2026.

"Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Produk Makanan, Minuman dan Tembakau; Tekstil, Pakaian, dan Produk Kulit, yakni sebesar 2,37 persen," kata Direktur Statistik Harga BPS Sarpono di Jakarta, Senin.

Meski demikian, secara bulanan (mtm) dan tahun kalender (ytd), IHPB pada Januari 2026 mengalami penurunan sebesar 0,28 persen. Sementara itu, kenaikan terendah tercatat pada Seksi Bijih Besi dan Mineral, Listrik, Gas, dan Air yang hanya naik sebesar 0,73 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga secara tahunan pada Januari 2026, di antaranya beras biasa, jagung, rokok atau sigaret kretek mesin (SKM), sapi potong, serta telur konsumsi ayam ras.

Adapun untuk pergerakan harga bulanan, beberapa komoditas justru mengalami penurunan.

"Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga bulan ke bulan (mtm) Januari 2026 antara lain: cabe merah, bawang merah, cabe rawit, telur konsumsi ayam ras, dan ayam pedaging," ujar dia.

Lebih lanjut, BPS mencatat IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi secara tahunan pada Januari 2026 naik sebesar 2,90 persen dibandingkan Januari 2025.

Kenaikan tersebut antara lain dipicu oleh meningkatnya harga komoditas kerikil, batu pecahan, kerangka atau kusen pintu dan jendela dari aluminium, pasir, serta tanah urug.

Berdasarkan rinciannya, Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,88 persen. Disusul Kelompok Bangunan Lainnya yang naik 3,11 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian naik 2,32 persen, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan, dan Pelabuhan naik 2,32 persen, serta Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum, dan Komunikasi yang meningkat 2,08 persen.

Dari sisi bahan bangunan, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga secara tahunan, antara lain kerikil yang naik 12,65 persen, batu pecahan 6,81 persen, kerangka atau kusen pintu dan jendela dari aluminium 21,30 persen, pasir 3,53 persen, serta tanah urug 7,13 persen.

Sebaliknya, sejumlah bahan bangunan justru mengalami penurunan harga secara tahunan, seperti baja tulangan (besi beton) yang turun 1,15 persen, aspal turun 0,54 persen, dan paku turun 0,83 persen.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |