BPPD minta tiket VIP MotoGP terbuka untuk industri pariwisata

1 week ago 10

Mataram, NTB (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta akses penjualan tiket kategori VIP MotoGP Mandalika dibuka bagi industri pariwisata guna memperluas penawaran paket wisata selama ajang balap internasional tersebut.

Ketua BPPD NTB Sahlan Saleh mengatakan sampai saat ini pihaknya bersama para pelaku industri pariwisata terus melakukan penjualan tiket MotoGP Mandalika secara konsisten.

"Tiket MotoGP sampai hari ini kami dari industri bersama BPPD NTB melakukan penjualan tiket secara konsisten, terkhusus Astindo (Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) dan Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies)," ujarnya di Mataram, Jumat.

Saleh menuturkan akses tiket VIP yang belum dibuka membatasi ruang gerak agen pariwisata dalam menyusun paket wisata yang menggabungkan tiket MotoGP, akomodasi, transportasi, dan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat.

Menurut dia, tiket yang saat ini bisa dijual oleh industri pariwisata lebih banyak berasal dari kategori Premium Grandstand dan Regular Grandstand.

"BPPD NTB berharap akses terhadap tiket kategori yang lebih tinggi dapat diberikan kepada industri, sehingga pelaku usaha pariwisata memiliki lebih banyak pilihan untuk menawarkan paket kepada calon penonton MotoGP," kata Saleh.

Lebih lanjut, dia menyampaikan keterlibatan industri dalam penjualan tiket tidak semata-mata untuk meningkatkan transaksi, tetapi juga diarahkan agar penyelenggaraan MotoGP memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan penjualan tiket MotoGP yang telah mencapai 49,5 persen perlu diikuti dengan peningkatan pemesanan akomodasi.

Berdasarkan data pemesanan melalui Online Travel Agent (OTA), tingkat keterisian akomodasi di kawasan utama Mandalika telah mencapai sekitar 85 persen, sedangkan tingkat keterisian hotel di wilayah Mataram berada pada kisaran 40 hingga 50 persen.

Aulia mengingatkan pelaku usaha akomodasi agar tidak menaikkan harga secara berlebihan selama periode MotoGP Mandalika lantaran berpotensi mendorong wisatawan mencari alternatif penginapan di luar wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Karena, kalau misal naiknya harga berlebihan, pengunjung bisa kapok juga dan mencari alternatif di luar yang disediakan," pungkas dia.

Pewarta: Sugiharto Purnama dan Santani
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |