BPOM: kampus mitra penting untuk siapkan talenta di sektor obat-pangan

2 days ago 4
sektor obat dan makanan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama di era ekonomi digital yang terus berkembang.

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, kampus adalah mitra strategis BPOM dan industri yang mengawal kompetensi talenta di dunia kerja, seperti sektor obat dan makanan, sehingga perannya penting dalam menyiapkan talenta unggul yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala BPOM Taruna menyoroti tantangan Indonesia dalam meningkatkan daya saing global di tengah bonus demografi yang dimiliki. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia yang unggul, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi digital menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dia menjelaskan dalam keterangan di Jakarta, Kamis, sektor obat dan makanan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama di era ekonomi digital yang terus berkembang.

"BPOM telah melakukan transformasi digital secara berkelanjutan untuk mengimbangi perkembangan tersebut, melalui penguatan layanan publik berbasis teknologi, integrasi data, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Taruna.

Dalam kuliah umum yang dia berikan di Universitas Hayam Wuruk Perbanas (UHW Perbanas), Taruna menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah (academia-business-government/ABG) dalam membangun ekosistem inovasi.

"Ekosistem ini dinilai akan mampu menghasilkan talenta berdaya saing global sekaligus mendukung pertumbuhan industri obat dan makanan nasional. Hal ini didukung oleh Rektor UHW Perbanas, yang juga tengah mengupayakan talenta unggul melalui sistem pendidikannya," katanya.

Rektor UHW Perbanas Lutfi berharap niat baik UHW Perbanas dalam menyiapkan talenta tenaga medis berdaya saing global dengan mendirikan Fakultas Kedokteran dapat terlaksana dengan baik.

Adapun dalam kuliah umumnya di Universitas Surabaya, Taruna juga mengangkat tema hilirisasi inovasi sebagai salah satu fondasi penting menuju kemandirian nasional di bidang kesehatan. Dia menekankan bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau prototipe, melainkan harus dikawal hingga menjadi produk yang aman, bermutu, bermanfaat, dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Taruna menyebut Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan biodiversitas dan sumber daya manusia yang melimpah. Namun, tantangan seperti ketergantungan bahan baku impor dan kesenjangan antara hasil riset dengan kebutuhan industri masih perlu diatasi melalui penguatan hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor.

"Banyak inovasi gagal mencapai tahap komersialisasi karena terjebak dalam fenomena valley of death, yaitu fase ketika hasil riset tidak berhasil ditransformasikan menjadi produk yang siap digunakan masyarakat,"

Karena itu, pihaknya hadir sebagai mitra yang mendampingi proses pengembangan inovasi melalui penguatan regulasi, asistensi, hingga percepatan layanan registrasi produk.

“Kemandirian obat dan makanan yang aman, bermutu, bermanfaat, dan berdaya saing tidak bisa dicapai sendirian. Kampus, industri, dan regulator harus bersinergi dari penelitian hingga pasar agar inovasi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta ketahanan dan kedaulatan bangsa,” katanya.

Kegiatan di Universitas Surabaya juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BPOM dan Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto.

Kerja sama ini menjadi dasar kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat pengawasan obat dan makanan, mendukung pembinaan pelaku usaha, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan dan mutu produk.

"Selain itu, kerja sama ini akan mendorong pendampingan pelaku usaha dan penguatan kolaborasi academia-business-government (ABG). Implementasi MoU akan ditindaklanjuti melalui Implementing Agreement (IA) yang mengatur pelaksanaan program secara lebih rinci," ujarnya.

Melalui rangkaian kuliah umum di Surabaya, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam mencetak talenta unggul, mempercepat hilirisasi hasil riset.

Tidak hanya itu, BPOM juga mendorong lahirnya inovasi obat dan makanan yang mampu meningkatkan daya saing bangsa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: BPOM dan Ubaya perkuat kolaborasi riset dan industri farmasi

Baca juga: BPOM sosialisasikan SE 2026 bangun ekonomi RI lewat pendataan akurat

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |