BPOM-AmChan jajaki penguatan investasi-inovasi produk kesehatan

5 days ago 10

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) membahas perkembangan kebijakan regulasi obat dan makanan nasional serta peluang penguatan kolaborasi dalam mendukung inovasi dan investasi industri kesehatan dan pangan.

AmCham Indonesia merupakan asosiasi yang mewakili perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di Indonesia, termasuk farmasi, pangan, kosmetik, dan produk kesehatan. Organisasi ini berperan sebagai wadah komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam rangka mendukung iklim investasi yang kondusif serta memperkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Total revenue dari industri obat dan makanan sangat besar. Oleh karena itu, kami ingin memastikan BPOM juga dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui regulasi yang efisien dan kondusif bagi investasi,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendukung dengan melakukan berbagai reformasi regulasi untuk mempercepat proses layanan sekaligus meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha.

“Kalau kita percepat (evaluasi izin edar obat) dari 300 hari menjadi 90 hari, banyak biaya yang sebelumnya tidak perlu, bisa diefisiensikan. Bagi industri, waktu menunggu itu adalah cost yang besar,” ujarnya.

Selain percepatan evaluasi obat, BPOM juga terus meningkatkan efisiensi layanan lain, termasuk percepatan penerbitan Surat Keterangan Impor (SKI) untuk memperlancar arus logistik dan mendukung kelancaran kegiatan usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM juga menyinggung kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam konteks Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Taruna menjelaskan bahwa kerja sama tersebut tidak mengurangi kewenangan nasional dalam pengawasan obat dan makanan, melainkan justru dapat memperkuat efisiensi regulasi melalui pemanfaatan hasil evaluasi regulator lain sebagai referensi ilmiah melalui mekanisme reliance.

Menurutnya, dialog antara regulator dan pelaku industri merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem regulasi yang transparan, adaptif, dan berdaya saing global.

Melalui komunikasi yang konstruktif, BPOM dan AmCham Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung inovasi, investasi, serta perlindungan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Baca juga: BPOM: Pancasila Pharmaceutical Industry kuatkan inovasi farmasi RI

Delegasi AmCham Indonesia dipimpin oleh Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi. Turut hadir sejumlah perwakilan perusahaan anggota AmCham, yaitu PepsiCo, Coca Cola Indonesia, Cargill, Haleon, Reckitt/Mead Jhonson, dan L’Oréal Indonesia.

Donna menjelaskan, perusahaan-perusahaan Amerika telah beroperasi di Indonesia selama puluhan tahun dan menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kesehatan dan pangan nasional. Bahkan Coca Cola Indonesia akan merayakan 100 tahun kehadirannya di Indonesia pada tahun 2027.

Dalam pertemuan tersebut, pihak AmCham menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika memiliki komitmen jangka panjang untuk terus berinvestasi di Indonesia. Mereka juga berharap tetap dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang stabil dan berkelanjutan.

“Hal yang paling penting bagi investor adalah investment climate dan certainty dari regulasi serta kebijakan untuk terus beroperasi dan berkembang di Indonesia,” ujar perwakilan AmCham.

AmCham Indonesia menyampaikan rencana trade mission pelaku usaha Amerika Serikat ke Indonesia pada bulan April 2026, yang diharapkan dapat membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis baru di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pangan.

Menanggapi hal tersebut, BPOM menyambut baik dan menegaskan komitmen BPOM dalam mendorong peningkatan investasi industri kesehatan dan pangan di Indonesia, termasuk pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku produk kesehatan dan kosmetik yang bernilai tambah tinggi.

"BPOM menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi investasi selama tetap memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu produk yang beredar di masyarakat," kata Taruna.

Baca juga: BPOM beri bantuan moral-material bagi warga terdampak bencana Sumatera

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |