Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) sektor hilir migas sebagai aset strategis menuju swasembada energi nasional.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu menyampaikan, SDM bukan sekadar aset tetap, melainkan penggerak utama yang mampu memimpin Indonesia mencapai kedaulatan energi.
“Sangat penting menjadi generasi muda yang secara akademik cukup dan layak untuk mengembangkan diri dan berkontribusi di lingkungan kerja, termasuk di hilir migas,” ujarnya saat membuka acara Downstream Energy Talent & Future Professionals Alignment and Commitment di Bogor, Jumat (6/2).
Dalam acara yang digelar bersama Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) itu, Wahyudi menekankan pentingnya ekosistem pembangunan SDM terintegrasi melalui kolaborasi regulator, badan usaha, dan akademisi, termasuk dalam penyusunan kurikulum.
Baca juga: BPH Migas dorong Pertamina perkuat ketersediaan dan distribusi BBM
Menurutnya, kurikulum bersama harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata pengawasan dan operasional, dengan pendekatan kasus riil serta pemanfaatan teknologi informasi.
Ia pun mendorong badan usaha di sektor hilir migas dapat terlibat aktif dalam mendukung pengembangan kompetensi SDM Indonesia.
Ia menyebut partisipasi dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari fasilitasi magang, pemberian beasiswa pendidikan, hingga penyerapan lulusan mahasiswa secara lebih masif.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama menambahkan, tantangan global sektor migas kini berada pada era transisi energi ramah lingkungan, pemeliharaan fasilitas tua, serta disrupsi digital melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Baca juga: BPH Migas terus tingkatkan keandalan sistem pengawasan BBM subsidi
Untuk itu, menurutnya, kompetensi utama yang harus dimiliki oleh SDM di sektor hilir migas saat ini, antara lain penguasaan operasional dan rancang bangun, adaptif terhadap perubahan regulasi, serta kemampuan beradaptasi dengan era digital dan kemampuan memimpin.
“Transformasi SDM bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat secara energi di tengah perubahan zaman,” katanya.
Sementara itu, Direktur PEM Akamigas Erdilla Indriani menegaskan, komitmen lembaganya dalam menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dengan kurikulum vokasi berbasis capstone project dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri.
“Kami membutuhkan dosen praktisi untuk berbagi pengetahuan, baik secara daring maupun luring. Kami ingin mahasiswa belajar dari mereka yang berkecimpung langsung di industri migas,” ujarnya.
Baca juga: BPH Migas dorong fasilitas FSRU guna perkuat pasokan gas bumi di Jatim
Forum ini diharapkan menjadi wadah penyelarasan dan komitmen antara BPH Migas, industri hilir migas, dan PEM Akamigas dalam menyiapkan SDM profesional yang kompeten, tersertifikasi, dan siap berkontribusi berkelanjutan bagi ketahanan energi nasional.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































