BPBD tebar 2,4 ton bahan semai pada modifikasi cuaca hari keenam

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, menebar 2,4 ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) pada hari keenam operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mitigasi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan, di Jakarta, Rabu.

Yohan mengatakan bahwa pelaksanaan OMC pada hari keenam ini adalah langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut dia, pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma, dengan menyemai sebanyak 2,4 ton NaCl dan CaO.

Baca juga: BMKG: Modifikasi cuaca langkah pengendalian risiko banjir di Jakarta

Ia menjelaskan, pada penerbangan pertama, penyemaian awan difokuskan di wilayah Perairan Selat Sunda, pada ketinggian 10.000–11.000 kaki dengan target awan cumulus mediocris yang memiliki basis sekitar 5.000 kaki dan puncak hingga 12.000 kaki.

"Penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan," ujarnya.

Penerbangan kedua lanjut Yohan, dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di atas perairan Selat Sunda pada radial 250–300 dan jarak 80–110 mil laut dari Halim.

Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.

"Ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta," kata dia.

Baca juga: DPRD DKI minta dinas terkait perkuat koordinasi tangani banjir

Selanjutnya, penerbangan ketiga difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram kalsium oksida (CaO).

Upaya tersebut ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.

Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.

"Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta," katanya.

Baca juga: Langit utara-selatan Jakarta jadi sasaran operasi modifikasi cuaca

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |