BPBD Sumsel usulkan tambahan empat helikopter water bombing

2 days ago 4

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengusulkan penambahan empat unit helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman di Palembang, Kamis, mengatakan usulan tersebut merupakan bagian dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan Sumsel membutuhkan dua helikopter patroli udara dan delapan helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla.

"Saat ini yang siaga di Sumsel sebanyak enam unit, terdiri atas dua helikopter patroli udara dan empat helikopter water bombing," katanya.

Baca juga: Menko Polkam tegaskan peningkatan siap siaga cegah karhutla

Menurut dia, pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kebutuhan armada udara yang cukup besar, terutama untuk operasi pemadaman melalui udara di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

Oleh sebab itu, tambahan empat helikopter water bombing diusulkan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla saat memasuki periode puncak musim kemarau.

Meski demikian, realisasi penambahan armada tersebut tetap menyesuaikan perkembangan kondisi karhutla di Sumsel dan arahan dari BNPB.

"Penambahan helikopter water bombing ini sesuai petunjuk BNPB, namun tetap bergantung pada kondisi karhutla di Sumsel," ujarnya.

Baca juga: Menhut sebut tren pengendalian karhutla saat El Nino kian membaik

Ia menambahkan keberadaan armada udara menjadi faktor penting dalam upaya pemadaman karena sejumlah daerah rawan karhutla memiliki akses yang terbatas bagi kendaraan dan personel darat.

Selain mempercepat pemadaman, penggunaan helikopter water bombing juga dinilai efektif untuk menekan potensi meluasnya kebakaran ke kawasan rawan lainnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 22 April 2026 hingga 30 November 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat maupun perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

"Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan," kata Sudirman.

Baca juga: Menteri LH: Butuh 540 ribu sekat kanal di RI agar karhutla bisa nol
Baca juga: Menhut tegaskan tak ada lagi pembukaan lahan dengan metode pembakaran

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |