Jakarta (ANTARA) - Kepala Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu Mansyah mengatakan situasi di daerah setempat terpantau kondusif, dengan sebaran abu vulkanik tipis dari Gunung Anak Krakatau pada Rabu.
“Kami mengimbau warga untuk waspada, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik," kata Mansyah.
Menurut dia, BPBD Kepulauan Seribu bersama pihak terkait terus memantau perkembangan arah angin dan sebaran abu melalui informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Kami juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk mengantisipasi apabila ada warga yang mengalami keluhan, seperti gangguan pernapasan atau iritasi mata," ujar Mansyah.
Baca juga: Pemkot Jaktim gencarkan penyemprotan "water mist" atasi abu GAK
Selain itu, Pemerintah Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, juga membagikan sebanyak tiga ratus masker kepada warga sebagai langkah antisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pembagian masker itu dilakukan di sejumlah titik aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan dermaga dan area publik.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi kesehatan yang dilakukan jajaran kelurahan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” kata Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang Adehan.
Dia menyebutkan pembagian masker itu bertujuan meningkatkan perlindungan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar rumah.
Pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan tempat penampungan air tetap tertutup dan bersih untuk mencegah kemungkinan terkontaminasi abu,” tutur Adehan.
Baca juga: Jakut mitigasi dampak abu vulkanik dengan "water mist" dan bagi masker
Baca juga: Abu vulkanik Anak Krakatau sampai Jakarta, ini dampaknya bagi kesehatan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































