BPBD Mataram minta masyarakat waspada terhadap potensi angin kencang

3 weeks ago 11

Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya intensitas angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah Mataram dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki, di Mataram, Selasa, mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, angin kencang dan hujan terjadi karena dampak siklon tropis.

"Potensi angin kencang dan hujan deras diprediksi terjadi sampai besok (Rabu, 14/1). Pada Kamis (15/1), cenderung menurun tetapi tetap harus waspada," katanya.

Menurut dia, berdasarkan informasi BMKG saat ini sebenarnya sudah masuk dalam masa peralihan menuju kondisi normal, namun potensi dampak angin kencang, gelombang tinggi, disertai hujan deras masih berpotensi terjadi.

Bahkan, Senin (12/1), terjadi satu pohon tumbang di Jalan AA Gede Ngurah, Abian Tubuh, Mataram, hingga menimpa dua mobil warga yang terparkir di jalan dan satu korban luka-luka.

"Meskipun baru satu kejadian, kami minta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Baca juga: BPBD Mataram siagakan posko darurat antisipasi banjir rob-ombak besar

Muzaki mengatakan, selain ancaman di darat, kondisi perairan juga dalam status yang perlu diwaspadai, terutama bagi para nelayan dan sektor pelayaran.

Kondisi ini diprediksi dipengaruhi oleh adanya siklon tropis yang terpantau di wilayah pantai selatan sehingga memicu ketinggian gelombang di beberapa wilayah perairan NTB meningkat secara signifikan.

Diperkirakan tinggi gelombang untuk wilayah perairan Selat Lombok, terutama di Pantai Ampenan mencapai 2,5 meter ke atas. Selain itu, wilayah perairan Sumbawa rata-rata ketinggian gelombang juga sama.

"Kondisi gelombang itu masuk kategori level sedang hingga ekstrem," katanya.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi ini juga meningkatkan risiko terjadinya banjir rob di 9,1 kilometer kawasan pesisir Kota Mataram.

Namun demikian, hingga saat ini status kebencanaan di Kota Mataram masih ditetapkan dalam status siaga belum ada perubahan.

Baca juga: BMKG deteksi kemunculan pusat tekanan rendah di selatan NTB

"Posko-posko bencana mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat Kota Mataram siap siaga termasuk logistik," katanya.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |