Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan kondisi cuaca menyulitkan proses pencarian 82 warga yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu dini hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin mengatakan hujan yang terus mengguyur lokasi membuat tim gabungan Basarnas dan SAR kesulitan melakukan upaya pencarian.
Baca juga: Tim SAR cari 82 warga tertimbun longsor di Cisarua Bandung Barat
“Tim sebenarnya sudah siap, tetapi persoalannya lokasi ini terus diguyur hujan. Ini menyulitkan kami dalam proses pencarian,” ujar Bambang di lokasi kejadian.
Dia menambahkan alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan di sekitar lokasi, namun akses menuju titik longsor masih terus dikoordinasikan.
“Kondisi tanah masih lembek dan masih ada sedikit pergerakan material, sehingga kami harus memastikan jalur yang aman bagi alat berat,” katanya.
Menurut dia, area pencarian membentang sepanjang sekitar tiga kilometer, mulai dari kawasan puncak hingga sisi kiri lereng, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.
Bambang mencatat sebanyak 400 warga Desa Pasirlangu harus dievakuasi oleh tim petugas gabungan akibat bencana tersebut.
Ia menyebut kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok, karena masih bertahan di lokasi pengungsian.
Baca juga: Wabup: Hampir semua rumah di 2 kampung Bandung Barat tertimbun longsor
Baca juga: Dua mobil rusak terbawa longsor di Cisarua Bogor
“Jumlah warga yang mengungsi saat ini diperkirakan sekitar 400 orang. Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk,” kata Bambang.
Akibat kejadian tersebut, hingga Sabtu (24/1) pukul 15.50 WIB sebanyak sembilan warga dinyatakan meninggal dunia dan puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur.
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































