Jakarta (ANTARA) - Ratusan paket bantuan logistik mulai dari sembako, peralatan darurat genset, hingga perangkat komunikasi satelit internet termasuk perlengkapan pengungsian dari pemerintah pusat tiba di Sumatera Utara (Sumut) dan langsung didistribusikan.
Bantuan keperluan tanggap darurat bencana tersebut dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan pesawat kargo dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta ke Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumut, Jumat siang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat, mengatakan seluruh bantuan segera dibongkar dan dipersiapkan untuk distribusi lebih lanjut, baik melalui jalur darat maupun udara menggunakan helikopter, guna memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.
BNPB merinci bantuan logistik itu didistribusikan ke daerah terdampak, mulai dari Kota Sibolga, meliputi 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, satu unit tenda pengungsi, 100 matras, 20 velbed, 100 selimut, satu pompa alcon 6 HP, satu genset, serta satu perahu polietilen lengkap dengan mesin.
Bantuan dengan rincian serupa juga dialokasikan untuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal.
Baca juga: BNPB: 17 Starlink dikirim ke Sumut untuk komunikasi imbas bencana
Sementara itu Banlogpal Kabupaten Tapanuli Utara menerima 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, satu tenda pengungsi, 100 matras, 20 velbed, dan 100 lembar selimut.
Adapun untuk Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias Selatan, masing-masing wilayah menerima 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, satu tenda pengungsi, 100 matras, 20 velbed, dan 100 selimut.
Abdul mengungkapkan pada tahap penebalan bantuan kedua, tambahan logistik dikirim khusus ke Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Masing-masing wilayah memperoleh satu perangkat satelit internet Starlink untuk mendukung komunikasi darurat, satu light tower portable, lima tenda pengungsi, 100 tenda keluarga, 20 set peralatan dapur lapangan, 10 chainsaw, serta 10 paket toolkit.
BNPB juga memperkuat dukungan bagi Satgas Kodam I/Bukitbarisan dengan menyalurkan 500 selimut, 100 velbed, 300 matras, 300 kasur lipat, lima tenda pengungsi, 300 paket sembako, 300 makanan siap saji, serta 300 hygiene kit, sebagai kebutuhan pendukung operasi lapangan.
Baca juga: BNPB: 116 korban meninggal dalam bencana di Sumut dan 42 masih dicari
Dengan penyaluran bantuan ini BNPB memastikan upaya penanganan darurat di Sumatera Utara berjalan optimal dan seluruh unsur pemerintah tetap siaga dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Penebalan bantuan ini, kata dia, diberikan karena Sumatera Utara menjadi daerah yang mengalami dampak kerusakan paling parah, sekaligus jumlah korban bencana banjir dan tanah longsor paling banyak, setelah Aceh dan Sumatera Barat.
Data sementara BNPB melaporkan sampai dengan Jumat malam total ada sebanyak 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang dalam pencarian.
Adapun korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan satu orang, serta Pakpak Barat dua orang, sementara Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.
Kerusakan infrastruktur turut berdampak pada akses transportasi di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor.
Baca juga: Polres: 15 orang meninggal dan 26 hilang akibat bencana Tapanuli Utara
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































