BNPB: 45 desa di 14 kecamatan Bekasi masih banjir, ribuan masih ungsi

2 days ago 1
Dua korban jiwa meninggal dunia dalam peristiwa banjir, masing-masing disebabkan oleh epilepsi setelah berenang dan tergelincir di sungai saat banjir berlangsung

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadinya penurunan jumlah wilayah yang terendam banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam laporan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan saat ini banjir masih melanda 45 desa yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi, namun luas wilayah terdampak itu sudah menunjukkan tren penurunan.

BNPB mengkonfirmasi sebelumnya pada Jumat (30/1) jumlah desa terdampak mencapai 64 desa dan 18 kecamatan. Dengan demikian terjadi penurunan, yang jika dipersentasekan desa terdampak menurun 29,7 persen dan kecamatan yang terdampak menurun 22 persen.

"Penurunan jumlah titik pengungsian sebesar 14,3 persen, seiring dengan surutnya genangan air di beberapa wilayah permukiman," kata Abdul Muhari.

Baca juga: BNPB: Hujan deras dalam 24 jam picu banjir di Cirebon, Bekasi, Jakarta

Meski kondisi berangsur membaik, dia mengungkapkan banjir tersebut masih berdampak terhadap 51.796 Kepala Keluarga (KK), sementara jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 1.388 KK.

Para pengungsi dipastikan berada dalam pendampingan tim petugas gabungan, baik yang menempati pengungsian terpusat maupun mengungsi secara mandiri.

"Dua korban jiwa meninggal dunia dalam peristiwa banjir, masing-masing disebabkan oleh epilepsi setelah berenang dan tergelincir di sungai saat banjir berlangsung," ucapnya.

Abdul menjabarkan hujan berintensitas sangat deras berdurasi lama tidak hanya memicu banjir, tetapi juga tanah longsor di Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Dinkes Bekasi siagakan layanan 24 jam korban banjir

Adapun berdasarkan data yang diterima BNPB, longsor melanda delapan titik yang tersebar di Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Serang Baru, dan Bojongmangu.

Dia memastikan tim petugas reaksi cepat BPBD Kabupaten Bekasi bersama instansi teknis terkait lainnya sudah dikerahkan ke lokasi bencana dan sampai saat ini mereka masih bersiaga demi memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Dalam upaya mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi potensi bencana susulan, BNPB juga melakukan pendampingan melekat yang meliputi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Baca juga: Butuh bantuan, 3 pekan Tambun Angke Bekasi banjir hingga 1,5 meter

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |