Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada banjir rob atau banjir pesisir di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 21-23 Januari 2026.
“Hal ini disebabkan adanya fenomena fase bulan baru pada 19 Januari 2026 telah berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga dalam keterangannya di Kupang, Rabu.
Berdasarkan pantauan, kata dia, prediksi pasang surut, kecepatan angin, tinggi gelombang, dan potensi hujan sedang hingga lebat turut mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir (rob).
Baca juga: Banji rob rendam pusat pertokoan hingga rumah warga di Tanjungpinang
Adapun sejumlah wilayah terdampak potensi banjir rob, antara lain pesisir Pulau Flores-Alor, pesisir Pulau Sumba, pesisir Pulau Sabu-Raijua, dan pesisir Pulau Timor-Rote.
Untuk itu BMKG telah mengeluarkan peringatan dini banjir rob yang berlaku mulai Rabu (21/1) hingga Jumat (23/1).
Yandri juga menjelaskan bahwa banjir rob adalah peristiwa naiknya permukaan air laut ke daratan pesisir pantai yang disebabkan oleh air laut pasang atau curah hujan yang tinggi, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya tergenang oleh air laut.
Baca juga: Pemkot Pontianak antisipasi banjir rob awal tahun
Kondisi tersebut, lanjut dia, dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas tambak garam dan perikanan darat, serta aktivitas perekonomian lainnya.
Ia mengimbau agar masyarakat selalu siaga mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut, khususnya masyarakat di wilayah pesisir, serta mengikuti informasi resmi dan terkini dari BMKG.
Untuk informasi lebih lanjut, kata dia, masyarakat dapat menghubungi layanan WhatApp (WA) di nomor 081215122192 atau nomor telepon (0380) 8561910 serta pada website maritim.ntt.bmkg.go.id.
Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat di wilayah Pantura Jateng hingga 31 Januari
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































