BMKG minta warga pesisir selatan Kalteng waspadai gelombang tinggi

1 month ago 19

Palangka Raya (ANTARA) - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Lian Adriani meminta nelayan dan masyarakat di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan Kalimantan Tengah (Kalteng) mewaspadai gelombang laut setinggi 1,5 meter.

"Waspadai potensi tinggi gelombang hingga 1,5 meter di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah selama sepekan ke depan," kata Lian Adriani di Palangka Raya, Rabu.

Dia juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut..

"Warga pesisir agar mewaspadai adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB) yang berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang air laut," ujarnya.

Dia juga mengatakan suhu muka laut terpantau cukup hangat di wilayah perairan selatan Kalteng, sehingga dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air) di wilayah tersebut.

Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) juga terpantau di wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.

Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

Baca juga: BMKG: Waspada hujan bakal guyur Jateng selatan saat pergantian tahun

Dia menambahkan, selama sepekan ke depan, potensi kecepatan angin diperkirakan 5-20 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah tenggara menuju utara.

"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," kata Lian Adriani.

Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Kalteng yang meliputi 13 kabupaten dan satu kota, selama sepekan mendatang juga diperkirakan tidak ada potensi hujan yang disertai angin kencang dan sambaran petir.

Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang, akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.

Lian Adriani menambahkan, jika melihat fenomena tersebut, masyarakat diminta waspada dan segera mencari tempat teduh, namun tidak di bawah pohon.

Baca juga: Anggota DPR imbau publik pantau informasi BMKG di liburan tahun baru

"Saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, segera cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |