Bandung (ANTARA) - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 3 magnitudo yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Selasa pagi sekitar pukul 06.44 WIB dipicu oleh sesar lokal setempat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,74 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,9 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di Kabupaten Sumedang pada kedalaman lima kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif setempat,” kata Teguh dalam keterangan yang diterima di Bandung.
Baca juga: BPBD Cianjur catat satu rumah rusak akibat gempa Sukabumi
Berdasarkan laporan dari masyarakat, kata dia, gempa bumi itu dirasakan di beberapa wilayah di Kecamatan Sumedang dengan skala intensitas II hingga III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang, dirasakan nyata dalam rumah, serta terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
Hingga pukul 07.03 WIB, lanjut dia, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan.
Kepada masyarakat, kata dia, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Baca juga: Sultra diguncang lima kali gempa bumi akibat sesar aktif
Teguh Rahayu mengingatkan agar masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyiapkan langkah kesiapsiagaan seperti memastikan bangunan tahan dari gempa, menyiapkan tas siaga bencana hingga berlatih untuk melindungi diri selama terjadi gempa.
“Perkuat juga mitigasi bencana, baik struktural maupun kultural, dan melakukan edukasi secara masif terkait potensi gempa dan dampak serta mitigasinya,” kata Teguh Rahayu.
Baca juga: Rawan gempa, BRIN kembangkan genteng komposit ringan berbasis biomassa
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































