BMKG: 8 bandara telah aman dari paparan abu vulkanik Anak Krakatau

1 week ago 8
Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi sebanyak delapan bandara yang sebelumnya sempat ditutup kini dinyatakan aman dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan pengujian paper test negatif.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya melakukan verifikasi paper test secara berkala di ruang udara dan area landasan untuk melengkapi pemantauan citra satelit serta data meteorologi penerbangan.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik," kata dia.

Baca juga: Menhub: Sejumlah bandara terdampak abu vulkanik GAK kembali dibuka

Menindaklanjuti jaminan keamanan tersebut, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) pembukaan kembali operasional penerbangan secara bertahap sejak Selasa dini hari hingga pagi.

Tiga bandara utama dibuka sejak dini hari, yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) pukul 00.30 WIB, Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) pukul 00.40 WIB, dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung) pukul 00.42 WIB.

Selanjutnya, operasional disusul oleh Bandara Budiarto Curug (Tangerang) pukul 01.25 WIB, Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan) pukul 01.28 WIB, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (Pesisir Barat) pukul 09.31 WIB, Bandara Radin Inten II (Lampung) pukul 09.45 WIB, serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung (Banten) pukul 09.50 WIB.

Baca juga: Bandara Soetta hingga Halim kembali layani penerbangan hari ini

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menambahkan pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki atau 2,13 kilometer yang bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup Banten bagian barat laut dengan kecepatan 5-10 knot.

BMKG dalam hal ini memastikan untuk terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pengelola bandara untuk memastikan ruang udara nasional aman bagi penerbangan komersial maupun penanggulangan bencana.

“Pantauan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda cenderung cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari,” kata Andri Ramdhani.

Baca juga: Wamenhaj: 14 ribuan peserta umrah terdampak penutupan bandara

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |