BKKBN: Edukasi menunda pernikahan jadi investasi jangka panjang

1 month ago 24
...Edukasi untuk menunda pernikahan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyatakan pentingnya edukasi untuk menunda pernikahan yang menjadi salah satu investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono saat dihubungi di Jakarta pada Rabu mengemukakan, isu nikah muda yang didengungkan oleh seorang konten kreator di media sosial, Azkiave, yang memutuskan menikah di usia 19 tahun perlu ditanggapi dari sisi demografi karena keputusan nikah muda sangat berpengaruh pada kesehatan reproduksi, pendidikan, karier, psikologis, hingga ekonomi.

"Edukasi untuk menunda pernikahan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Dengan remaja yang sehat, terdidik, dan produktif, Indonesia dapat memaksimalkan potensi bonus demografi dan membangun masa depan bangsa yang lebih kuat dan berkelanjutan," katanya.

Budi menegaskan, edukasi untuk tidak nikah muda bukan berarti menolak pernikahan, melainkan mendorong pernikahan yang direncanakan dengan matang karena pernikahan yang dilakukan pada usia dan kondisi yang tepat justru lebih berpeluang menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.

Menurutnya, ketika individu menikah pada usia yang lebih matang, mereka biasanya memiliki pendidikan lebih tinggi dan pekerjaan yang lebih stabil. Rumah tangga seperti ini cenderung lebih produktif, mampu menabung, dan berinvestasi.

Baca juga: Ini kata Pram alasan anak muda di Jakarta takut menikah

"Anak-anak mereka juga lebih berpotensi mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik. Dalam skala besar, hal ini meningkatkan kapasitas investasi, daya beli masyarakat, memperkuat basis pajak, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tuturnya.

Selain itu, Budi menambahkan, nikah muda seringkali menyebabkan pendidikan terhenti, terutama bagi perempuan, karena ketika pendidikan terputus, kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan menjadi terbatas.

"Dari perspektif demografi, rendahnya tingkat pendidikan penduduk akan menurunkan kualitas tenaga kerja nasional. Pendidikan adalah kunci utama mobilitas sosial dan peningkatan produktivitas, sehingga nikah muda dapat menghambat pembangunan manusia secara keseluruhan," ucap Budi Setiyono.

Baca juga: Sosiolog: Penguatan kontrol sosial kurangi perkawinan usia anak

Baca juga: Ahli ingatkan remaja soal pertimbangan matang sebelum menikah muda

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |