Gresik (ANTARA) - Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi selangkah lagi ke final four seusai membekuk Surabaya Samator 3-0 (25-20, 26-24, 25-12) pada laga pekan pertama putaran kedua Proliga 2026 di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Minggu.
Hasil itu menjadi kemenangan ketiga dari lima laga yang sudah dimainkan dan memantapkan posisi Bhayangkara di urutan kedua klasemen dengan poin 10. Sedangkan Samator tertahan di peringkat ketiga dengan poin 5.
Bhayangkara Presisi dan Surabaya Samator sama-sama masih menyisakan tiga pertandingan pada putaran kedua yang akan berlanjut pekan depan di Kota Malang.
Baca juga: Pertamina Enduro balas kekalahan dari bjb Tandamata
Baca juga: LavAni belum terbendung saat kembali tundukkan Medan Falcons
Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi Reidel Alfonso Gonzales Toiran mengatakan timnya sudah belajar dari pertemuan sebelumnya dan bermain lebih agresif untuk menekan lawan.
"Pada pertemuan pertama kami memang sempat kecolongan satu set, kali ini kami tidak ingin itu terulang. Anak-anak main bagus dan sesuai instruksi," kata Toiran.
Anak-anak Surabaya Samator memberikan perlawanan ketat pada set pertama dan kedua. Bahkan, pada set kedua, Samator semput memimpin dalam perolehan angka hingga 18-16.
Akan tetapi, pengalaman dan mental juara yang dimiliki para pemain Bhayangkara mampu membalikkan keadaan saat terjadi deuce 24-24. Tim milik Polri ini akhirnya merebut set kedua dengan skor 26-24.
Keunggulan dua set semakin meningkatkan agresivitas serangan Bhayangkara Presisi pada set ketiga. Sebaliknya, anak-anak Samator yang mayoritas pemain muda tampak semakin tertekan dan sering melakukan kesalahan.
Akhirnya, Randy Tamamilang dkk menyudahi perlawanan Samator dengan skor telah 25-12. Laga set ketiga sempat diwarnai sedikit ketegangan antara Randy dengan setter Samator Lyvan Taboada.
"Sebenarnya tidak ada apa-apa, itu hal biasa saja. Nanti kalau di luar lapangan juga sudah selesai," kata Randy menanggapi kejadian pada set ketiga itu.
Secara keseluruhan, pemain yang dibesarkan di klub Surabaya Samator itu mengatakan timnya bisa menang telak karena tidak banyak melakukan kesalahan dan bermain lebih menekan.
Sementara itu, Manajer Surabaya Samator Hadi Sampurno mengatakan bahwa secara permainan, timnya bisa mengimbangi Bhayangkara Presisi pada set pertama dan kedua.
"Set pertama tidak terlalu bagus, tetapi beberapa kali dapat keberuntungan sehingga poinnya agak ketat. Set kedua malah sempat unggul, namun kalah di angka-angka kritis. Mungkin itu kemudian yang membuat mental anak-anak down pada set ketiga," katanya.
Dengan mayoritas diperkuat pemain muda, Hadi menambahkan timnya masih perlu jam terbang lebih banyak untuk mengasah mental tanding, apalagi menghadapi pemain-pemain yang lebih senior.
"Kami masih punya tiga pertandingan lagi, itu nanti dimaksimalkan untuk mengamankan tiket final four," tambah Hadi.
Baca juga: Popsivo buka peluang ke final four usai kandaskan Livin’ Mandiri
Baca juga: Lavani dan Phonska puncaki klasemen akhir putaran pertama Proliga 2026
Pewarta: Didik Kusbiantoro
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































