Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen mempercepat pembukaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur guna memperluas cakupan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang dalam pernyataannya dikutip di Tulungagung, Selasa, mengatakan saat ini terdapat 69 dapur SPPG yang telah beroperasi di Tulungagung.
Baca juga: Polres Tulungagung siap operasikan dapur SPPG untuk layani program MBG
Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 100 dapur untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
"Pembukaan dapur SPPG akan terus kami percepat, baik di Tulungagung maupun secara nasional, karena mulai 2026, ada penambahan sasaran penerima MBG," kata Nanik di Tulungagung.
Ia menjelaskan selain balita, pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui, penerima MBG akan diperluas ke kelompok lain, seperti tenaga pendidik, satpam, petugas kebersihan jalan, santri pondok pesantren yang belum terdata di Kementerian Agama, serta anak usia sekolah yang putus sekolah dan hidup di jalanan.
Menurut Nanik, pendataan calon penerima manfaat tambahan tersebut masih dilakukan melalui kerja sama lintas instansi, termasuk Kementerian Sosial dan Dinas Sosial.
"Untuk tenaga pendidik, sebagian sudah mulai menerima MBG sejak Desember 2025. Di Tulungagung baru 22 dapur SPPG yang melayani sasaran tersebut," ujarnya.
Secara nasional, Nanik menyebutkan saat ini terdapat 19.188 dapur SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Baca juga: Polres Tulungagung siapkan dapur SPPG dukung program MBG
Baca juga: BGN: Pengawasan SPPG diperketat untuk cegah keracunan makanan
Pemerintah menargetkan jumlah dapur SPPG mencapai 30 ribu unit. Artinya, masih dibutuhkan sekitar 10.812 dapur tambahan untuk mendukung pemenuhan gizi nasional.
Karena itu, BGN terus mendorong percepatan pembukaan dapur SPPG agar target penerima manfaat MBG secara nasional dapat tercapai.
“Kami menargetkan pada Mei 2026, penerima MBG secara nasional bisa mencapai 82,9 juta jiwa, bahkan berpotensi bertambah seiring perluasan sasaran,” katanya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































