BFLF gandeng donatur asing bantu seragam sekolah untuk pelajar Aceh

1 week ago 5
Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka

Banda Aceh (ANTARA) - Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia menggandeng donatur luar negeri yaitu Karisma Humanitarian Outreach Mission (KHOM) Malaysia guna membantu menyalurkan seragam sekolah lengkap untuk pelajar terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami ingin anak-anak tetap punya semangat dan harapan. Pendidikan tidak boleh berhenti meski dalam kondisi sulit,” kata Ketua BFLF Michael Octaviano, di Banda Aceh, Rabu.

Michael mengatakan, bantuan seragam sekolah tersebut disalurkan kepada 130 siswa sekolah dasar (SD) Negeri Gelung, Kecamatan Seruway, serta 24 siswa SD Tanah Merah Aceh Tamiang.

Seragam yang diberikan berupa pakaian sekolah lengkap, topi, peci, hijab, hingga sepatu. Penyaluran dilakukan secara langsung guna memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah dengan perlengkapan layak.

Baca juga: Menteri PU prioritaskan akses air bersih daerah bencana jelang puasa

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu sektor paling krusial yang harus segera dipulihkan agar anak-anak tidak kehilangan masa depan akibat bencana.

"Kehadiran langsung relawan di lapangan, merupakan bentuk komitmen BFLF untuk menjaga harapan dan semangat belajar generasi muda Aceh," ujarnya.

Selain sektor pendidikan, BFLF dan KHOM juga menyalurkan 100 paket Ramadhan ke tiga desa terdampak lainnya yakni untuk Desa Alur Nunang, Desa Alur Jambu dan Desa Pengidam.

Bantuan tersebut berisi Al Quran, mukena, sarung, sajadah, beras, minyak goreng, serta roti kering, sebagai bentuk dukungan spiritual dan kebutuhan dasar warga menjelang bulan suci.

Baca juga: Menteri PU: Padat karya gerakkan ekonomi di daerah terdampak bencana

Tak hanya itu, lanjut Michael, relawan BFLF bersama masyarakat juga menggelar kegiatan masak bersama bubur pedas sajian khas Ramadhan di Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, salah satu wilayah yang terdampak banjir paling berat.

“Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap warga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka,” katanya.

Michael menyampaikan, hingga bulan kedua pascabencana, Aceh Tamiang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, BFLF terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menyalurkan bantuan donasi.

“Sudah dua bulan kami masih aktif menyalurkan bantuan. Aceh belum sepenuhnya pulih, masih banyak desa terdampak yang membutuhkan uluran tangan, terlebih menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Dirinya berharap, kolaborasi dengan donatur luar negeri ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut berpartisipasi membantu masyarakat Aceh Tamiang, baik di sektor pendidikan maupun pemulihan kehidupan sosial ekonomi warga pascabencana.

“Masih banyak sekolah dan desa dengan kondisi serupa. Kami mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan membantu Aceh bangkit kembali, relawan terus bergerak jangan pamit dulu,” demikian Michael Octaviano.

Baca juga: PAM Jaya dan MADAS bagikan Al-Qur’an untuk korban banjir Sumatera

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |