Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama kelompok rentan, yakni ibu dan anak, serta lansia, di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
"Alhamdulillah, dengan berbagai upaya kerja sama dan kepedulian dari sejumlah pihak, termasuk Tempo Scan, kita bisa membuka layanan kesehatan di kamp-kamp di sejumlah wilayah Palestina," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan layanan kesehatan tersebut dipusatkan di kamp-kamp pengungsian di wilayah Deir Al-Balah dan Khan Younis, yang menjadi tempat tinggal sementara bagi ribuan keluarga terdampak konflik.
Layanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, layanan klinik umum, serta perawatan mata dan gigi.
Selain itu, pemberian obat-obatan dengan berkolaborasi bersama Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.
Baca juga: Baznas RI bikin kelas darurat untuk anak Palestina di Gaza Utara
Ia menegaskan kehadiran layanan kesehatan gratis di Palestina ini wujud solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina yang sedang menghadapi situasi sulit.
"Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Indonesia dan kami pastikan tersampaikan dengan baik dan tepat sasaran," ujarnya.
Ia memastikan setiap zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditunaikan melalui Baznas akan kelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh sesama.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang telah menyalurkan bantuannya melalui Baznas RI.
"Insyaallah, khusus Palestina, semua dukungan dari masyarakat Indonesia akan kami lanjutkan dalam berbagai bentuk program kemanusiaan," demikian Sodik Mudjahid.
Baca juga: Baznas berikan layanan kesehatan gratis untuk 1.161 warga Palestina
Baca juga: Baznas RI bangun tiga masjid darurat di Gaza Palestina
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































