Wamenkes beri tiga pesan untuk media guna tingkatkan cakupan imunisasi

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memberi tiga pesan bagi media agar dapat berkontribusi meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia, mengingat imunisasi adalah investasi kesehatan yang sangat efektif untuk mencegah keparahan hingga kematian.

"Kita lihat bahwa cerita-cerita tentang cacar, polio, kemudian penyakit-penyakit lain, itu kematiannya sangat besar. Dan kalau sudah bisa tereradikasi, menjadi hilang dari permukaan bumi," kata Dante di Jakarta, Kamis, saat Pekan Imunisasi Dunia 2026.

Oleh karena itu, kata Dante, media berperan penting dalam meningkatkan cakupan vaksinasi agar lengkap, karena berkaca dari pengalaman COVID-19, lebih banyak orang tidak divaksin yang meninggal karena COVID-19.

"Yang pertama, jadilah edukator yang baik. Di tengah-tengah maraknya informasi infodemic yang begitu masif, maka satu pesan jurnalis dengan tulisan yang berkualitas akan menjadi pelurus dari semua berita-berita tersebut," kata Dante.

Kedua, katanya, media perlu menjadi penyegar di tengah kekeruhan informasi. Menurutnya, masyarakat akan datang secara sukarela untuk vaksinasi apabila membaca tulisan yang bersifat positif dari media.

Baca juga: Kemenkes perkuat sinergi lawan disinformasi genjot imunisasi nasional

"Imunisasi itu baik, imunisasi itu sehat, imunisasi tidak ada efek sampingnya, maka tentu mereka akan datang," katanya.

Ketiga, katanya, media harus selalu memberikan informasi yang aktual. Para ahli, seperti dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan institusi pendidikan, selalu memberikan pesan-pesan yang terkini bagi masyarakat.

Media, katanya, perlu terus menggali informasi-informasi seperti ini dan menyebarluaskannya agar masyarakat mendapatkan informasi terkini yang bisa dipercaya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputy Resident Representative United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Sujala Pant mengatakan, imunisasi adalah intervensi kesehatan paling efektif dan efisien, dan hal itu sudah dibuktikan di seluruh dunia.

"Tiap dolar yang kita investasikan untuk imunisasi, ada return sebesar 52 dolar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah," kata Sujala.

Dia menambahkan, tiap tahun, vaksinasi anak-anak diperkirakan telah mencegah sekitar 4 juta kematian per tahunnya. Menurutnya, Pekan Imunisasi Dunia 2026 menjadi waktu untuk menguatkan komitmen dalam membangun sistem kesehatan guna mencapai Indonesia Emas 2045.

Baca juga: WHO: Imunisasi yang merata hapus kesenjangan kesehatan

Baca juga: Wamenkes soroti cakupan imunisasi di Lampung belum merata

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |