Aktivitas fisik membantu jaga kesehatan usus wanita di atas 60 tahun

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) -

Pakar kesehatan mengingatkan wanita di atas usia 60 tahun untuk tidak hanya fokus pada asupan serat untuk menjaga kesehatan pencernaan, namun, juga pada aktivitas fisik sederhana.

Melansir laman Eating Well, (22/4) Rabu, dokter spesialis gastroenterologi Wendi LeBrett menyebut kesehatan usus tetap bisa ditingkatkan meski usia terus bertambah. Serat tetap penting karena membantu rasa kenyang dan mendukung proses pencernaan, namun, ada kebiasaan lain yang tidak kalah berpengaruh.

Salah satu aktivitas fisik tersebut adalah rutin berjalan kaki, terutama setelah makan. Menurut LeBrett, aktivitas ringan ini dapat membantu merangsang pergerakan usus sehingga mengurangi keluhan seperti kembung dan gas.

Baca juga: Kemenkes: Hari Kesehatan Dunia dorong perawatan lansia berbasis sains

Dia menyarankan berjalan kaki selama lima hingga 10 menit setelah makan sebagai langkah sederhana untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal. Selain itu, aktivitas di luar ruangan juga dapat membantu tubuh mendapatkan paparan vitamin D yang berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan suasana hati.

Selain aktivitas fisik, LeBrett juga menekankan pentingnya keterbukaan saat berkonsultasi dengan dokter. Dia menilai masih banyak pasien lanjut usia yang merasa malu membicarakan masalah pencernaan, seperti diare atau gangguan buang air besar.

Padahal, menurut dia, keterbukaan mengenai gejala yang dialami dapat membantu tenaga medis memberikan penanganan yang tepat. Keluhan seperti sembelit berkepanjangan, diare, perubahan pola buang air besar, atau nyeri perut perlu segera dikonsultasikan.

Dengan membangun kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki dan berkomunikasi secara terbuka dengan dokter, perempuan lanjut usia dapat menjaga kesehatan usus sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Duduk yang melibatkan aktivitas pikiran berpotensi kurangi demensia

Baca juga: Tiga persen orang dewasa dan lansia di Jakarta kemungkinan depresi

Baca juga: Studi ungkap manfaat bersepeda jangka panjang untuk kesehatan lansia

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |