Basarnas Aceh siagakan SAR Nataru dan penanganan setelah banjir

1 month ago 19

Banda Aceh (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mulai menyiagakan personel untuk operasi Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersamaan dengan operasi penanganan setelah banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

"Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Natal dan tahun baru ini berlangsung bersamaan dengan penanganan bencana banjir di sejumlah wilayah," kata Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Senin.

Baca juga: Basarnas tambah personel untuk atasi kelelahan hadapi bencana Sumatera

Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru 2026 memiliki karakter yang sedikit berbeda karena berlangsung bersamaan dengan penanganan bencana di sejumlah wilayah.

Secara umum, kata Ibnu Harris Al Hussain, aktivitas Siaga SAR Natal dan tahun baru di Aceh tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meski demikian, mobilisasi personel tetap disesuaikan dengan potensi kerawanan di masing-masing wilayah. Langkah antisipasi difokuskan pada peningkatan aktivitas masyarakat selama libur sekolah, khususnya di kawasan pesisir dan destinasi wisata pantai," katanya.

Terkait penanganan setelah bencana di Provinsi Aceh, kata dia, kini sudah memasuki hari ke-28. Seluruh personel SAR dalam kondisi siaga dan siap melaksanakan tugas pencarian, pertolongan, serta dukungan penanganan darurat di wilayah terdampak.

Terkait penanganan setelah bencana, kata dia, kendala utama dalam penanganan di lapangan adalah sisa material banjir yang menutup akses, sehingga dibutuhkan dukungan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan.

Baca juga: Ratusan personel Basarnas perbantuan mulai berlabuh di Aceh dan Sumut

Baca juga: SAR Tanjungpinang kerahkan 54 personel bantu korban bencana di Aceh

Menurut Ibnu Harris Al Hussain, pencarian dan pertolongan ke depannya dilaksanakan secara beriringan dengan upaya pemulihan wilayah terdampak setelah bencana.

"Saat ini masih terdapat dua wilayah yang masih terbatas dilalui jalur darat menggunakan kendaraan roda empat, yaitu Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah," kata Ibnu Harris Al Hussain.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |