Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga komoditas cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Karang Anyar di Kota Tangerang, Banten, mulai menunjukkan tren penurunan, menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan secara umum pasokan pangan di dua pasar tersebut relatif lancar dan harga dalam kondisi stabil.
"Untuk cabai memang sempat terkoreksi, tetapi kondisi sudah mulai membaik karena hujan mulai berkurang. Pasokan sudah mulai naik dan harga pun mulai melandai," kata Ketut saat sidak bersama Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Tanah Tinggi dan Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Selasa.
Para pedagang mengakui harga komoditas tersebut saat ini sudah lebih rendah dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Cabai merah besar dan cabai merah keriting relatif stabil, sedangkan cabai rawit merah yang sebelumnya sempat berada di kisaran Rp110.000–Rp120.000 per kilogram kini mulai menunjukkan tren penurunan.
Iim, pedagang cabai di Pasar Induk Tanah Tinggi, menyampaikan harga cabai saat ini berada di kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.
"Dibandingkan harga beberapa hari lalu, harga saat ini turun, sekarang saya jual di kisaran Rp75 ribu sampai Rp80 ribu per kg, sebelumnya Rp90 ribu lebih per kg," ujar Iim.
Selain cabai, komoditas bawang merah juga terpantau stabil bahkan cenderung masih di bawah harga acuan penjualan (HAP).
Tarlan, pedagang bawang di Pasar Induk Tanah Tinggi, menuturkan pasokan dari Brebes berjalan lancar.
Dirinya bisa menjual bawang merah hingga 20 karung per hari dengan harga rata-rata pembelian Rp31-32 ribu per kg. Komoditas itu lalu dijual hingga Rp45 ribu per kg.
Sementara itu, harga bawang putih tercatat sekitar Rp32.000 per kilogram di tingkat grosir dan Rp35.000-Rp37.000 per kilogram di tingkat eceran.
Untuk komoditas protein hewani, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp30.000-Rp31.000 per kilogram.
Daging sapi tercatat Rp135.000-Rp140.000 per kilogram, dan daging ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram atau di bawahnya.
Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter, sesuai harga eceran tertinggi (HET). Beras premium berada di kisaran Rp13.500-Rp13.700 per kilogram, sedangkan beras medium Rp14.900-Rp15.000 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi cukup, terutama karena sejumlah sentra produksi seperti Pandeglang tengah memasuki masa panen.
"Beberapa kabupaten kami sedang panen, dan puncaknya di bulan Ramadan. Saya kira tidak ada masalah untuk pasokan beras di Banten," kata Nasir.
Dari sisi pengawasan, Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan pihaknya terus melakukan monitoring dan pendampingan guna mencegah penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar menjelang hari puasa Ramadhan hingga Idul Fitri.
"Kita terus melakukan upaya-upaya imbauan kepada para pedagang untuk tetap menjual dengan harga sesuai dengan HET maupun HAP," kata Zain.
Zain berharap semua pihak bersama-sama saling menjaga dan terus melakukan pemantauan, sehingga tidak ada oknum yang memanfaatkan momentum Ramadhan dalam memainkan harga pangan.
"Jangan sampai ada penimbunan, kemudian menaikkan harga dengan seenaknya. Tentunya, dari Satgas Pangan Polri terus bersama-sama teman-teman untuk terus melakukan pemantauan," ujarnya.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sebelumnya mengingatkan pihaknya akan menindak tegas para pelaku usaha yang semaunya menaikkan harga dan tidak mematuhi regulasi harga di sektor pangan yang telah ditetapkan.
Pengawasan yang dilakukan di pasar merupakan entry point untuk menyasar pelaku usaha hingga ke hulu, sehingga harga di hilir dapat terkoreksi.
"Pengawasan fokus pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya," kata Amran.
Baca juga: Pedagang pasar induk ungkap faktor penurunan harga cabai rawit
Baca juga: Bapanas siapkan FDP tekan harga cabai rawit di Jakarta
Baca juga: Bapanas: Cuaca dan tenaga petik jadi penyebab harga cabai rawit naik
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































