Banjir semeter di Cakung Barat, warga desak pemerintah bertindak cepat

1 week ago 10

Jakarta (ANTARA) - Warga Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, mendesak pemerintah daerah untuk bertindak cepat dalam mengambil langkah dan solusi mengatasi banjir yang telah melanda wilayah tersebut.

"Kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran, terutama terhadap keselamatan keluarga serta harta benda mereka, kami berharap ada tindakan dari pemerintah," kata Ketua RT 02/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur.

Menurut dia yang ditemui di Jalan Tipar Cakung, Kampung Baru Cakung, Jakarta Timur, Selasa, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan berlangsung selama beberapa hari berturut-turut, maka air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman.

"Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir satu meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi," ujar Ahmad.

Selain itu, Ahmad mengeluhkan banjir juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik seperti televisi dan lemari es.

Baca juga: Perbaikan jalan rusak pascabanjir di Jakbar masih bersifat sementara

Baca juga: Ini penyakit yang rawan muncul pascabanjir di Jakarta

Menurut dia, persoalan banjir di Cakung Barat telah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Atas kondisi tersebut, Ahmad angkat bicara mewakili warganya dengan menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan embung sebagai solusi pengendalian banjir.

Warga menilai embung menjadi salah satu langkah penting untuk menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat saat ini masih dalam tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta.

Pembahasan tersebut dilakukan oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029 yang membidangi pembangunan, mencakup infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup dan perumahan.

Baca juga: Cegah banjir kiriman, DKI lakukan OMC di wilayah penyangga

Baca juga: Jalan berlubang di Jakarta belum bisa diperbaiki saat ini

Ahmad menyebutkan, Komisi D DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki peran pengawasan terhadap dinas-dinas teknis, antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan pembangunan kota berjalan merata dan berkelanjutan.

Karena itu, kata Ahmad, warga berharap Komisi D dapat bertindak cepat sebagai wakil rakyat untuk merespons keluhan masyarakat Cakung Barat.

Percepatan pembahasan dan realisasi anggaran dinilai sangat dibutuhkan agar persoalan banjir tidak terus berulang dan menjadi beban warga setiap musim hujan.

"Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD DKI Jakarta, dinas teknis dan media agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh," katanya.

Baca juga: Pramono perpanjang OMC hingga 1 Februari mendatang

Baca juga: Normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah ditargetkan rampung pada 2027

Ahmad menilai, langkah cepat dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir.

Di sisi lain, sikap Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga menjadi perhatian publik. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon seluler dilaporkan tidak membuahkan hasil.

Sebelumnya, banjir pada Sabtu (24/1) akibat hujan deras ini berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga (KK) dengan jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.

Banjir di beberapa titik dilaporkan mencapai ketinggian sekitar satu meter atau setara dengan pinggang orang dewasa sehingga mengganggu aktivitas warga setempat dan menimbulkan potensi kerugian material.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |