Banjir sebabkan korban jiwa, Legislator: Perlu penanganan lebih cepat

2 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta seluruh jajaran dinas, terutama Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD melakukan mitigasi secara sigap dan tepat untuk meminimalkan dampak kerugian materil maupun korban jiwa.

"Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir," kata Yuke di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan Yuke, menanggapi adanya korban jiwa akibat bencana banjir yang terjadi di Ibu Kota.

Yuke menyampaikan duka mendalam atas kejadian meninggal seorang pengemudi usai terjebak macet akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis (22/1) siang.

Korban bernama Arohim (51), warga Penjaringan, Jakarta Utara itu mengemudikan mobil minibus berpelat nomor B 2148 BOK.

"Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut," ujarnya.

Yuke mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem dan intensitas hujan di Jakarta karena membuat sejumlah ruas jalan dan permukiman terendam.

Mitigasi bencana yang tepat dan cepat lanjut dia, diharapkan dapat mengurangi dampak kerugian materil maupun korban jiwa.

Ia memberikan contoh, pada sejumlah daerah rawan longsor, agar dinas terkait dan pemangku lingkungan dapat melakukan deteksi dini.

"Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah banyak yang longsor. Ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban," katanya.

Dia meminta, jajaran Pemprov DKI Jakarta dapat lebih cermat dalam memberikan izin ke pembangunan di daerah rawan.

Kejadian banjir dan longsor merupakan sinyal untuk dievaluasi bersama, bagaimana pembangunan di Jakarta harus selaras dengan rencana detail tata ruang yang sudah ditetapkan.

"Agar cermat dalam memberikan ijin membangun di lokasi yg rawan longsor atau sempadan sungai yang ada di Jakarta, termasuk di atas saluran air, agar bisa diantisipasi kejadian longsor," katanya menambahkan.

Sebelumnya, seorang pengemudi ditemukan tewas dalam mobilnya di tengah kemacetan Jalan Layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22/1) siang.

Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham membenarkan insiden tersebut.

"Ya tadi ada pengemudi mobil, pria, tewas di dalam mobilnya," kata Ilham.

Awalnya mobil yang dikendarai oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya itu tiba-tiba mogok di tengah kemacetan.

Pengendara lain pun bersahut-sahutan membunyikan klakson, sehingga seorang saksi melapor ke petugas Satlantas di dekat lokasi.

"Informasi dari anggota kita yang bertugas, ada yang beritahu ke petugas kita, itu ada mobil mogok. Nah, (mobil korban) didorong-dorong tak maju, ternyata ketika pas dicek, pengemudi udah meninggal," ujar Ilham.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |