Jakarta (ANTARA) - Banjir setinggi hampir satu meter menggenangi permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat.
Genangan banjir masuk ke rumah-rumah warga hingga ketinggian 60-80 sentimeter (cm).
Sepanjang satu kilometer (km) akses jalan utama di permukiman itu lumpuh sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.
Warga setempat harus berjalan menerobos banjir setinggi pinggang untuk membeli kebutuhan sembako.
Namun warga yang rumahnya dua lantai memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing.
Baca juga: Saringan Sampah TB Simatupang dioptimalkan agar tak perparah banjir
Baca juga: 20 petugas gabungan tangani turap longsor di Srengseng Sawah
Zami (20), seorang warga di lokasi tersebut menyebutkan, rumah warga mulai terendam sejak Jumat pada Subuh.
Genangan naik secara bertahap setelah hujan deras tanpa henti mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (22/1) lalu.
"Ini (banjir) mulai dari tadi pagi sih, habis Subuh. Tapi itu karena hujan dari semalam, semalam enggak berhenti-berhenti," ujar Zami.
Zami mengatakan bahwa debit air mengalami kenaikan signifikan dalam dua waktu berbeda.
Setelah sempat naik saat Subuh akibat hujan, air kiriman kembali meninggi ketika warga hendak memulai aktivitas pagi.
Baca juga: Polisi dirikan dapur lapangan untuk warga korban banjir di Cikarang
Baca juga: Wali Kota pastikan bantuan pengungsi banjir di Rawa Buaya tersalurkan
Pertama, mulai banjir Subuh. "Habis itu naik lagi tadi sekitar jam 6 atau 7-an lah, baru naik tingginya, air kiriman," kata dia.
Rumahnya turut terendam hingga nyaris satu meter. Air menenggelamkan sejumlah perabotan yang berada di dalam rumah.
"Ketinggian (di jalan) paling sekitar 90 cm sampai satu meter sih, Bang. Sepinggang atau paha orang dewasa lah. Kalau di rumah tuh (air masuk) paling 60 sampai 70 sentimeter lah," katanya.
Beruntung, dia sempat mengamankan barang-barang berharga dan kendaraan bermotor sempat sebelum genangan meninggi.
"(Barang) Kebanjiran, cuma karena tadi pagi tuh ada waktu, Subuh, ya amanlah. Aman kalau motor, tadi pagi sudah ada yang evakuasi juga," katanya.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































