Bangkalan (ANTARA) - Bupati Bangkalan Lukman Hakim menargetkan, sedikitnya 80 persen dari total kebutuhan tenaga kerja untuk kawasan industrialisasi terpadu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur berasal dari warga lokal, sehingga bisa memberikan peluang kerja dan meningkatkan pengangguran di wilayah itu.
"Pemkab Bangkalan menargetkan kawasan industri nantinya mampu menyerap sekitar 70 hingga 80 persen tenaga kerja lokal, sehingga keberadaan investasi tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, akan tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri daerah," katanya saat menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wiraraja Madura dengan dua investor internasional di Bangkalan, Jawa Timur, Kamis.
Penandatanganan nota kesepahaman terkait pengembangan kawasan industri di Bangkalan itu dilakukan oleh Pemilik Perusahaan Wiraraja sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Ahmad Ma'ruf Maulana, bersama Vice President Odasco LLC serta Chairman Suzhou Artisan Decoration Engineering Co., Ltd.
Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam pengembangan kawasan industri terpadu di Bangkalan.
"Pemkab Bangkalan berharap sinergi dengan PT Wiraraja Madura dapat membuka peluang investasi berskala besar yang memberikan dampak terhadap perekonomian Bangkalan maupun Madura secara keseluruhan," kata Bupati Lukman Hakim.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan ini lebih lanjut menilai, masuknya investasi memiliki arti penting bagi upaya meningkatkan perekonomian daerah.
Menurutnya, investasi tidak hanya berkaitan dengan perputaran ekonomi, akan tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peluang investasi ini sangatlah penting dan dapat membuka kesempatan bagi Madura, khususnya Bangkalan, untuk naik level. Ini adalah kunci strategis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan daerah, seperti penguatan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lukman.
Pemkab Bangkalan, dia, akan mengambil posisi sebagai pihak pendukung dengan memastikan iklim investasi di daerah tetap kondusif.
Sejumlah instrumen pendukung juga tengah dipersiapkan, mulai dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Industri hingga berbagai regulasi teknis dan administratif yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan kawasan industri.
Namun, Pemkab menekankan bahwa investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bangkalan. Salah satu komitmen utama yang didorong adalah penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Baca juga: Pj Bupati: Kementerian ATR setuju Bangkalan jadi area industri maritim
Baca juga: Pemkab Bangkalan-UTM kerja sama untuk percepatan ekonomi digital
Pemkab Bangkalan menargetkan kawasan industri nantinya mampu menyerap sekitar 70 hingga 80 persen tenaga kerja lokal, sehingga keberadaan investasi tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri daerah.
Dengan masuknya investor internasional dan rencana pengembangan kawasan industri terpadu tersebut, Pemkab Bangkalan berharap Bangkalan mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Madura, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.
Guna memastikan kesiapan SDM, Pemkab Bangkalan juga akan menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam menyiapkan dan melatih tenaga kerja lokal agar memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, CEO Wiraraja sekaligus Ketua Umum HKI, Ahmad Ma'ruf Maulana , dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Bupati Bangkalan yang komunikatif dan responsif.
Ia mengungkapkan bahwa rencana investasi ini akhirnya dapat terealisasi setelah melewati proses panjang dan dinamika di masa empat kepemimpinan bupati sebelumnya.
"Dorongan utama investasi ini adalah niat tulus untuk mengubah struktur ekonomi Madura dan mengentaskan Bangkalan dari garis kemiskinan melalui industrialisasi," kata Ahmad Ma'ruf.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ma'ruf menyampaikan beberapa poin penting terkait operasional dan pengembangan Kawasan Industri Wiraraja di Bangkalan antara lain komitmen penyerapan tenaga kerja lokal hingga 80 persen sebagaimana keinginan Pemkab Bangkalan.
"Sebagai bentuk persiapan teknis, sebanyak 10 tenaga kerja lokal akan dikirim ke Batam bulan depan untuk mengikuti pelatihan khusus, disusul sekitar 50 orang pada periode November–Desember sebelum dipekerjakan kembali di Bangkalan," katanya.
Baca juga: HKI: Pengembangan kawasan industri di Madura buat pusat ekonomi baru
Baca juga: Pemerintah berharap industri Madura bisa berkembang
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































