Lampung (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebutkan 49 persen pemudik telah kembali ke Pulau Jawa dari Sumatra selama arus balik Lebaran 2026.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo di Bakauheni, Kamis, mengatakan persentase itu mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di lintas penyeberangan utama nasional tersebut.
“Total penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22-26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB atau dari H hingga H+4 mencapai 444.223 orang atau sekitar 49 persen dari total penumpang saat arus mudik sebesar 898.864 orang,” kata dia.
Total kendaraan yang telah kembali tercatat 118.297 unit atau 49 persen dari total kendaraan saat mudik 239.920 unit.
“Arus balik Lebaran dari Sumatra menuju Jawa memasuki fase krusial. Setelah sempat melandai di awal periode, pergerakan kini kembali menguat, dengan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan,” ujar dia.
Baca juga: Pelni: 3.178 pemilir tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dengan KM Kelud
Ia menyebut kondisi ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik, di mana pergerakan yang sempat tersebar kini mulai terkonsentrasi kembali.
Oleh karena itu, pihaknya telah memprediksi puncak arus balik kedua akan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3),” ujar Heru.
Menurut dia, dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.
Dia menjelaskan pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis.
“Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan,” ucapnya.
Dengan strategi operasional yang adaptif dan penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola secara terukur.
“Fokus utama tetap pada menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa di tengah peningkatan trafik menuju puncak arus balik,” ujarnya.
Baca juga: ASDP: Pelabuhan di Indonesia Timur buka 24 jam saat musim Lebaran
Baca juga: 152 penumpang ikut program arus balik di pelabuhan tujuan Jambi-Batam
Suasana sejumlah kendaraan pemudik yang akan menyeberang menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada Kamis (26/3/2026). ANTARA/Riadi GunawanPewarta: Riadi Gunawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































