- Selasa, 13 Januari 2026 10:53 WIB
Dua siswa berada di Sekolah Al-Shamal Educational yang berjarak hanya 100 meter dari âGaris Kuningâ (Yellow Line) di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, (12/1//2026). Garis itu memisahkan Gaza ke dalam dua zona, yakni area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat di mana warga Palestina dapat beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/sgd
Sejumlah siswa berbaris di Sekolah Al-Shamal Educational yang berjarak hanya 100 meter dari âGaris Kuningâ (Yellow Line) di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, (12/1//2026). Garis itu memisahkan Gaza ke dalam dua zona, yakni area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat di mana warga Palestina dapat beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/sgd
Sejumlah siswa berbaris di Sekolah Al-Shamal Educational yang berjarak hanya 100 meter dari âGaris Kuningâ (Yellow Line) di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, (12/1//2026). Garis itu memisahkan Gaza ke dalam dua zona, yakni area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat di mana warga Palestina dapat beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/sgd
Siswa berada di dalam kelas Sekolah Al-Shamal Educational yang berjarak hanya 100 meter dari âGaris Kuningâ (Yellow Line) di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, (12/1//2026). Garis itu memisahkan Gaza ke dalam dua zona, yakni area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat di mana warga Palestina dapat beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit. ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/sgd
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































