Jakarta (ANTARA) - Pelatih Liverpool, Arne Slot mengaku tidak terlalu menikmati pertandingan Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir.
Dia menilai Liga Inggris kini semakin mengandalkan kekuatan fisik dan situasi bola mati (set pieces), sehingga permainan menjadi kurang enak ditonton meski tetap kompetitif.
“Yang pertama, Anda harus menerimanya. Saya kira hal itu terutama terjadi di Liga Inggris. Bila saya menonton liga lain, tidak ada penekanan sebesar ini pada situasi bola mati,” ujar Slot yang dikutip beIN Sports pada Senin.
“Apakah saya menyukainya? Hati sepak bola saya tidak menyukainya. Bila berbicara tentang sepak bola, saya teringat Barcelona 10-15 tahun lalu yang selalu dinanti setiap pekan. Sekarang, sebagian besar pertandingan Liga Inggris tidak bisa saya nikmati, tetapi tetap menarik karena kompetisinya sangat ketat.”
Komentar Slot muncul setelah Liverpool menang telak 5-2 atas West Ham United akhir pekan lalu.
Baca juga: Liverpool menang telak 5-2 atas West Ham, naik ke posisi lima klasemen
Dalam laga tersebut, tiga gol The Reds tercipta dari situasi sepak pojok. Secara keseluruhan, Liverpool telah mencetak sembilan gol dari bola mati sepanjang tahun ini.
Di sisi lain, Arsenal menjadi tim paling produktif dalam memanfaatkan tendangan sudut musim ini dengan koleksi 16 gol.
Catatan tersebut menyamai rekor gol dari sepak pojok terbanyak dalam satu musim Liga Inggris, yang sebelumnya pernah dicapai Oldham Athletic (1992/93), West Bromwich Albion (2016/17), serta Arsenal sendiri pada musim 2023/24.
Slot juga menyoroti perbedaan standar permainan di Inggris dibandingkan liga lain, terutama terkait perlindungan terhadap penjaga gawang dalam duel udara.
Menurutnya, intensitas fisik yang tinggi membuat pertandingan Liga Inggris semakin keras. Meski demikian, pelatih asal Belanda itu mengakui tingginya aspek fisik dan efektivitas bola mati justru menjadi alasan utama kompetisi ini dianggap sebagai liga terbaik di dunia.
Slot menilai daya saing yang sangat tinggi membuat setiap tim memiliki peluang mengalahkan siapa pun, meski dari sisi estetika permainan terdapat perubahan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal terus memimpin, MU ke posisi tiga
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































