Arkeolog restorasi perpustakaan di objek wisata Angkor Wat, Kamboja

1 week ago 21

Phnom Penh (ANTARA) - Para arkeolog saat ini sedang aktif terlibat dalam upaya restorasi perpustakaan bagian utara di objek wisata ikonis Angkor Wat, yang terletak di Taman Arkeologis Angkor, Kamboja.

Otoritas Nasional APSARA (APSARA National Authority/ANA) Kamboja dalam rilis pers yang dipublikasikan Kamis (22/1), menyebut proyek restorasi selama empat bulan terhadap perpustakaan utara yang rusak di tingkat kedua Angkor Wat itu dimulai pada November 2025 dan dijadwalkan akan rampung pada Februari 2026.

Mao Sokny, seorang petugas teknis di Departemen Konservasi Monumen dan Arkeologi Preventif ANA, mengatakan struktur perpustakaan itu telah mengalami kerusakan di beberapa area.

Dia menambahkan bahwa batu-batu fondasi telah mengalami kerusakan, beberapa blok batu telah bergeser dari posisi semula, dan sejumlah batu atap telah runtuh.

"Pekerjaan restorasi meliputi penggantian batu fondasi yang hilang untuk memastikan kestabilan struktural, penataan kembali batu atap yang runtuh ke posisi semula, dan penyegelan fondasi dengan mortar tahan air," kata Sokny.

"Selain itu, tim konservasi batu menerapkan teknik perbaikan khusus untuk memperkuat elemen-elemen yang mengalami pelapukan seperti tiang, dinding, kusen pintu, dan beberapa relief bas Apsara," tambahnya.

Menurut Sokny, pekerjaan restorasi tersebut saat ini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

Foto yang diabadikan pada 20 Januari 2026 ini menunjukkan lokasi restorasi perpustakaan utara di Angkor Wat, provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/HO ANA)

Dibangun pada abad ke-12 oleh Raja Suryavarman II, Angkor Wat merupakan salah satu monumen utama di Taman Arkeologi Angkor yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO di Provinsi Siem Reap, Kamboja.

Taman Arkeologi Angkor seluas 401 kilometer persegi ini memiliki 91 kuil kuno yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-13.

Taman kuno itu, yang merupakan destinasi wisata paling populer di negara kerajaan tersebut, menarik total 955.131 pengunjung mancanegara dari 197 negara dan kawasan pada 2025, meraup pendapatan kotor hampir 45 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.902) dari penjualan tiket, ungkap perusahaan milik negara Angkor Enterprise.

Lima pasar sumber wisatawan utama untuk situs kuno ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Jepang.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |