Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari berhasil melewati ujian mental di hadapan publik Istora untuk melangkah ke semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, Apriyani/Lanny menyingkirkan unggulan keempat asal Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu Hsuan, lewat pertandingan tiga gim ketat dengan skor 21-23, 21-18, 21-19.
“Dari gim pertama sampai kedua, pola permainan kami sudah ditebak. Di interval set kedua kami coba komunikasi dengan pelatih untuk ganti pola, jangan terus kasih sambungan dan jangan terburu-buru,” ujar Apriyani seusai laga.
Sejak gim pertama, laga berlangsung sengit dengan reli dan selisih poin tipis. Apriyani/Lanny sempat unggul di fase akhir, namun harus kehilangan gim pembuka setelah kalah adu setting 21-23.
Tekanan makin terasa pada gim kedua dan ketiga ketika pola permainan Apriyani/Lanny mulai terbaca oleh lawan. Apriyani mengakui situasi tersebut memaksa mereka untuk beradaptasi dan mengambil keputusan penting di tengah pertandingan.
Baca juga: PBSI kembali rombak ganda putri
Atmosfer Istora yang penuh euforia juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Lanny yang menjalani laga krusial di depan ribuan penonton.
“Saya tahu Lanny cukup tegang, tapi dia berani keluar dari tekanan itu. Itu yang saya apresiasi. Pertandingan hari ini benar-benar menegangkan dan penuh pressure,” kata Apriyani.
Pada gim penentuan, kedua pasangan kembali saling kejar angka hingga kedudukan imbang 18-18. Apriyani/Lanny akhirnya memastikan kemenangan setelah tampil lebih tenang pada poin-poin krusial.
Lanny mengakui ketegangan sempat memengaruhi permainannya, terutama saat tertinggal di momen penting.
“Tadi cukup tegang. Pas mau servis saya cuma bilang ke diri sendiri, ‘sabar, jangan nafsu’. Alhamdulillah bisa lewat dan menang,” ujar Lanny.
Meski melaju ke semifinal, Lanny mengatakan penampilannya belum maksimal dan masih perlu perbaikan, terutama dari sisi mental.
Baca juga: Apri/Lanny mulai nyetel
“Saya pribadi belum puas. Yang perlu ditingkatkan itu ketenangan dan keberanian supaya bisa main lebih lepas,” katanya.
Kemenangan tersebut mengantar Apriyani/Lanny menghadapi unggulan pertama asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, pada babak empat besar.
Menghadapi Pearly/Thinaah, Apriyani mengatakan kesiapan non-teknis akan menjadi faktor penting, mengingat lawan dikenal memiliki mental kuat pada situasi genting.
“Mereka bisa tetap tenang meski tertinggal di poin-poin akhir. Fokus kami tidak boleh turun, harus satu poin demi satu poin,” ujar Apriyani.
Sementara itu, wakil Indonesia lainnya Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus tersingkir di perempat final. Tiwi/Fadia takluk dari pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi lewat pertandingan tiga gim 21-16, 11-21, 14-21.
Baca juga: Alwi Farhan ke semifinal Indonesia Masters lewat laga penuh cerita
Baca juga: Jafar/Felisha untuk kali pertama ke semifinal Indonesia Masters
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































