Jakarta (ANTARA) - Aplikasi AI Meta mengalami peningkatan unduhan secara signifikan setelah perusahaan mendebutkan model AI terbarunya, Muse Spark, pada hari Rabu (8/4) waktu setempat.
Model AI anyar itu adalah hasil perdana Superintelligence Labs Meta di bawah kepemimpinan Alexandr Wang yang direkrut dari Scale AI pada tahun lalu.
Dilaporkan TechCrunch, Kamis (9/4) waktu setempat, bertambahnya unduhan aplikasi Meta AI di ponsel-ponsel pengguna juga terlihat dari posisi aplikasi Meta AI di toko layanan aplikasi App Store milik Apple yang kini masuk dalam jajaran top 5.
Berdasarkan data terbaru dari Appfigures, permintaan konsumen terhadap aplikasi Meta AI telah mendorong aplikasi tersebut naik dari peringkat ke-57 tepat sebelum peluncuran Muse Spark pada hari Rabu menjadi peringkat ke-5 di App Store AS pada hari Kamis.
Model AI baru itu menjadi penggerak lonjakan instalasi baru. Meta memang menyatakan model AI barunya yang tersedia di web dan seluler, merupakan peningkatan signifikan dibandingkan model Llama 4 sebelumnya.
Baca juga: Meta akhirnya patuhi aturan Komdigi
Muse Spark dijanjikan sebagai upaya terbaru Meta untuk mengejar ketinggalan dari para pesaing seperti OpenAI dan Anthropic.
Upaya bernilai miliaran dolar AS yang dilakukan Meta untuk merekrut talenta AI tampaknya tidak sia-sia karena berhasil menyedot sorotan di awal peluncuran model AI terbarunya.
Saat ini, diketahui Muse Spark menerima input multimodal, termasuk suara, teks, dan gambar, dan telah dirancang untuk berkinerja baik pada sejumlah tugas, seperti membantu orang belajar tentang kesehatan mereka dan menalar melalui pertanyaan kompleks di bidang seperti sains dan matematika.
Aplikasi ini juga dapat membantu dalam pengkodean visual, memungkinkan pengguna untuk membuat situs web dan mini-game dari petunjuk yang diberikan.
Selain itu, Meta AI mampu meluncurkan beberapa subagen untuk menangani pertanyaan pengguna, kata perusahaan tersebut.
Model ini akan diluncurkan ke platform lain, termasuk WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, dan kacamata AI Meta, dalam beberapa minggu mendatang.
Bersamaan dengan peluncuran model tersebut, aplikasi seluler dan situs web Meta AI ditingkatkan dengan tampilan dan nuansa baru, dan memungkinkan pengguna untuk beralih antarmode tergantung pada tugas yang sedang dikerjakan.
Baca juga: DPR: Kepatuhan Meta atas PP Tunas adalah capaian Komdigi lindungi anak
Terlepas dari pertumbuhan baru-baru ini, aplikasi Meta AI masih tertinggal di belakang chatbot AI dari pembuat model top lainnya, termasuk ChatGPT dari OpenAI (No. 1), Claude dari Anthropic (No. 2), dan Gemini dari Google (No. 3).
Meski begitu, Alexandr Wang sosok di balik model AI anyar Meta turut menyinggung peringkat tinggi baru tersebut dalam sebuah unggahan di X pada Kamis pagi, dan dia mencatat bahwa aplikasi tersebut "masih terus berkembang."
Data Appfigures menunjukkan bahwa aplikasi Meta AI telah diinstal sebanyak 60,5 juta kali di seluruh dunia, baik di App Store maupun Google Play, dengan 25 juta unduhan terjadi hanya pada tahun ini.
Selama lima bulan terakhir, jumlah unduhan aplikasi Meta AI telah meningkat sebesar 138 persen dibandingkan dengan lima bulan pertama sejak aplikasi tersebut tersedia.
Menurut Appfigures, India menjadi pasar utama Meta AI berdasarkan jumlah unduhan, diikuti oleh AS, Brasil, Pakistan, dan Meksiko.
Baca juga: Meta siap luncurkan kacamata Ray-Ban AI generasi ketiga
Baca juga: Meta uji coba layanan berlangganan Instagram dengan fitur eksklusif
Baca juga: Deretan fitur-fitur baru dari WhatsApp yang rilis di Maret 2026
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































